Menuju konten utama

Superbank Andalkan Ekosistem Grab Bila Merger Goto Terlaksana

Superbank tidak akan menutup kemungkinan untuk memperluas cakupan nasabah dari luar ekosistem.

Superbank Andalkan Ekosistem Grab Bila Merger Goto Terlaksana
Superbank. (FOTO/Dok. Superbank)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Direktur PT Super Bank Indonesia Tbk, Tigor M. Siahaan, enggan bicara banyak dan tidak ingin berspekulasi soal rencana merger PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto) dan Grab.

Namun yang pasti, sama halnya dengan saat awal bertransformasi sebagai bank dengan layanan digital, Superbank akan tetap fokus pada kekuatan model bisnis digital first yang memanfaatkan ekosistem digital Grab dan OVO.

Bank yang mendapat dukungan dari PT Elang Media Visitama (anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk alias Emtek), PT Kudo Teknologi Indonesia (Grab), A5–DB Holdings, GXS Bank, KakaoBank, dan Singtel Alpha Investments tersebut diharapkan dapat tetap berjalan solid dengan dukungan ekosistem yang ada.

“Saya enggak bisa komen dengan spekulasi yang di luar, yang beredar. Tapi, yang saya bisa katakan bahwa semua ekosistem yang di Grab tadi semuanya itu berjalan dengan Superbank, dan itu berjalan dengan 2-3 tahun kemarin. 1,5 tahun sejak kita launching dan semuanya berjalan dengan sangat baik,” ujar Tigor, usai konferensi pers Pencatatan Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2025).

Sejak pertama kali terbentuk sampai saat ini, sekitar 60 persen nasabah Superbank berasal dari ekosistem dan di luar ekosistem. Namun, ke depan Superbank tidak akan menutup kemungkinan untuk memperluas cakupan nasabah dari luar ekosistem.

“Superbank tetap mengandalkan ekosistem. Karena itu adalah low hanging fruit (hal-hal yang jelas atau yang paling mudah dilakukan). Cost of acquisition-nya (biaya akuisisi) lebih rendah, cost of engagement (biaya per keterlibatan), cost of survey (biaya survei) lebih rendah. Akan tetapi kita tidak menutup dari luar ekosistem,” jelas Tigor.

Sementara itu, sinyal merger GoTo dan Grab semakin nyata setelah CEO Badan Pengelola Investasi PT Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, mengatakan bahwa proses merger masih terus berjalan. Bahkan, menurutnya proses merger cenderung positif.

"Positif, sinyalnya positif," sebutnya sambil mengacungkan jempol, usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Baca juga artikel terkait SAHAM IPO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto