tirto.id - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) akan menghapus saldo laba negatif (retained earnings deficit) sebesar 512,9 juta dolar AS atau sekitar Rp9,28 triliun (kurs Rp18.097 per dolar AS) melalui skema kuasi reorganisasi.
Langkah tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (28/7/2026).
Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perseroan dengan menghapus saldo laba negatif yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu. Perseroan menegaskan bahwa proses ini tidak melibatkan setoran dana baru dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham, serta tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi merupakan bagian dari upaya perseroan memperkuat fondasi keuangan setelah berhasil membukukan pemulihan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.
“Kuasi reorganisasi merupakan bagian dari proses penguatan struktur permodalan setelah Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja dan profitabilitas secara konsisten beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan jangka panjang,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Andi menjelaskan, penghapusan saldo laba negatif akan dilakukan melalui penggunaan agio saham sebesar 99,6 juta dolar AS, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar 1,1 juta dolar AS, serta penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar senilai 212,2 juta dolar AS.
Menurutnya, pelaksanaan kuasi reorganisasi telah memenuhi seluruh persyaratan regulator, termasuk ketentuan mengenai profitabilitas dan prospek usaha. Persetujuan RUPSLB menjadi langkah penting untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung fase pertumbuhan bisnis perseroan.
RUPSLB juga menyetujui dua mata acara, yakni pelaksanaan kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor penuh melalui penurunan nilai nominal saham, serta perubahan anggaran dasar perseroan.
Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang 117.160.915.458 saham atau setara 93,85 persen dari total saham dengan hak suara yang sah.
Andi mengatakan, kondisi keuangan GMFI terus membaik dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan membukukan laba usaha dan laba bersih selama tiga tahun berturut-turut. Pendapatan meningkat dari 373,21 juta dolar AS pada 2023 menjadi 491,88 juta dolar AS pada 2025 atau tumbuh 31,8 persen.
"Pada periode yang sama, laba operasional meningkat 118,7 persen menjadi 60,57 juta dolar AS, sementara laba bersih tumbuh 68,4 persen menjadi 33,97 juta dolar AS. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 dengan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS," tuturnya.
Andi menambahkan, kuasi reorganisasi akan menjadi landasan penting bagi perseroan untuk mempercepat berbagai inisiatif pertumbuhan.
“Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, Perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan daya tarik terhadap investor dan mitra strategis, serta mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang tengah dijalankan,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































