Menuju konten utama

Rupiah Sentuh Rekor Terendah Rp17.300 per US$, Begini Respons BI

BI nilai meningkatnya ketidakpastian global tak hanya melemahkan rupiah, tapi juga mata uang regional lainnya.

Rupiah Sentuh Rekor Terendah Rp17.300 per US$, Begini Respons BI
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2023). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Mengutip data Trading Economics, hingga pukul 10.40 WIB rupiah berada di level Rp17.295 per dolar AS, setelah sempat menembus Rp17.300 per dolar AS pada pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Garuda masih bertahan di posisi Rp17.300 per dolar AS pada pukul 11.06 WIB, atau melemah 119 poin (0,69 persen).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah pada pagi hari dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global. Namun, pelemahan tersebut tidak terjadi secara terisolasi, melainkan sejalan dengan tekanan yang juga dialami mata uang regional akibat penguatan dolar AS.

“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year to date (secara tahun berjalan) sebesar 3,54 persen,” ujar dia, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (23/4/2026).

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Di saat yang sama, bank sentral juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-pasar guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Amerika Serikat dan Israel.

“Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF/Non-Deliverable Forward), pasar domestik (spot dan DNDF/Domestic Non-Deliverable Forward), serta pembelian SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder,” jelas Destry.

Upaya stabilisasi tersebut turut ditopang oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap kuat, yakni mencapai 148,2 miliar dolar AS per akhir Maret 2026.

“Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tambah dia.

Sementara itu, level rupiah di kisaran Rp17.300 per dolar AS dinilai terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah berlangsung lebih cepat dari proyeksi awal. Ia bahkan memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah hingga Rp17.400 per dolar AS dalam waktu dekat.

"Hari ini rupiah tembus Rp17.300, artinya ekspektasi Rp17.300 sudah kena di hari Kamis, dan kemungkinan besar sekitar di akhir April atau pekan depan akan tembus Rp17.400," ujar dia dalam keterangan kepada awak media, dikutip Kamis (23/4/2026).

Sebelumnya, level Rp17.400 per dolar AS diperkirakan baru akan tercapai pada akhir 2026.

"Tetapi kenyataannya di bulan April akan berada di Rp17.400," tambahnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana