tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun rundown acara puncak peringatan Hari Santri 2025. Masyarakat juga dapat menyimak contoh panduan upacara Hari Santri 2025.
Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Melalui Hari Santri 2025, pesantren dapat terus eksis, mengisi ruang publik, dan mempererat jejaring antar-pesantren, baik di tingkat nasional maupun global.
Pada peringatan Hari Santri 2025, berbagai acara dirancang untuk memeriahkan baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah. Acara tersebut di antaranya apel atau upacara Hari Santri, istighosah, hingga halaqah nasional.
Sejarah Hari Santri
Hari Santri 2025 diperingati pada Rabu, 22 Oktober 2025. Peringatan menandai pengakuan pentingnya peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Usai Jepang menyerah kepada sekutu, Agustus 1945, pasukan Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA) berupaya kembali menguasai wilayah Indonesia.
Bahkan, NICA dengan berani mengibarkan bendera Belanda di depan Hotel Yamato, Surabaya, pada 19 September 1945. Melihat peristiwa tersebut, rakyat kembali bersitegang dengan merobek bendera Belanda.
Melihat ancaman nyata atas kemerdekaan Indonesia, KH Hasyim Asy’ari mengumpulkan para kiai dari berbagai daerah di Jawa dan Madura pada 21–22 Oktober 1945. Pertemuan melahirkan seruan atau fatwa yang bernama Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU).
Resolusi Jihad berisi kewajiban bagi setiap umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan berkontribusi dalam mengusir penjajah. Hari dikeluarkannya Resolusi Jihad tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri.
Hari Santri ditetapkan sebagai hari nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Rundown Hari Santri 2025 Kemenag
Peringatan Hari Santri juga menjadi momen untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali kiprah dan pengabdian santri yang relevan dari masa ke masa.
Guna memperingati hari penting ini, Kemenag telah menyusun acara peringatan Hari Santri yang berlangsung pada 20-24 Oktober 2025. Salah satunya ialah Pesantren Award 2025. Acara memberikan penghargaan kepada semua pihak yang turut aktif berpartisipasi memajukan pesantren.
Pesantren Awards memberikan beberapa kategori penghargaan, yaitu Pesantren Transformatif, Santri Inspiratif, Kepala Daerah, dan Lifetime Achievement.
Kemudian, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada acara malam bakti santri untuk negeri yang dijadwalkan digelar pada 24 Oktober 2025 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Berikut rangkaian rundown acara Hari Santri 2025 Kemenag:
- Senin, 20 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB -Selesai: Malam Anugerah Pesantren Award di Aula H. M. Rasjidi Kemenag RI 19.00 WIB
- Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB -Selesai: Istighosah Hari Santri di Masjid Istiqlal
- Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB -Selesai: Apel Hari Santri 2025
- Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 13.00 WIB -Selesai: Halaqah Nasional Ruang VVIP Masjid Istiqlal
- Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 18.45 WIB -Selesai: Malam Bakti Santri Untuk Negeri di Sasono Utomo, TMII
Contoh Panduan Upacara Hari Santri 2025
Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2025 Tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025.
Salah satu poin yang termuat dalam surat tersebut ialah Apel Peringatan Hari Santri 2025 dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 07.00 waktu setempat. Apel di tingkat nasional disiarkan langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama.
Sementara itu, masyarakat juga dapat menggelar upacara atau apel Hari Santri 2025 di pesantren, satuan pendidikan, atau kantor instansi masing-masing.
Masyarakat dapat mengikuti contoh panduan upacara Hari Santri 2025 berikut ini agar upacara berjalan dengan lancar dan khidmat:
- Upacara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan.
- Pembacaan Ikrar Santri.
- Pembacaan doa oleh ustaz atau kiai.
- Sambutan pengasuh pondok pesantren.
- Pesan-pesan Hari Santri dari Menteri Agama RI.
- Amanat pembina upacara.
- Penutup dengan sholawat dan doa bersama.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































