tirto.id - Perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS), Robinhood Market Inc., resmi mengakuisisi Perusahaan pialang Indonesia PT Buana Capital dan Perusahaan aset kripto nasional PT Pedagang Aset Kripto.
Dengan aksi korporasi ini, menandai masuknya Robinhood ke pasar Indonesia sekaligus mempercepat ekspansi perusahaan tersebut di kawasan Asia Tenggara.
Kepala Asia Robinhood, Patrick Chan mengungkapkan, Indonesia menjadi pilihan sebagai perluasan pasar karena pertumbuhan signifikan investor pasar modalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir Oktober 2025 terdapat 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto. Tidak hanya itu, secara tahun berjalan (year to date/ytd), indeks harga saham gabungan (IHSG) telah mengalami pertumbuhan sebesar 21,5 persen.
"Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk perdagangan, menjadikannya tempat yang menarik untuk melanjutkan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi semua orang," kata Patrick dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
"Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia, yang telah memperoleh kepercayaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata menilai, akuisisi dua perusahaan oleh Robinhood ini bakal memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.
Sebab, dengan masuknya Robinhood ke pasar modal nasional ini, masyarakat dapat lebih mengakses investasi global dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien.
"Akuisisi ini juga memberikan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air. Dengan pengalaman Robinson yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia," jelas dia.
Setelah akuisisi Buana Capital, Robinhood akan terus melayani klien brokerage existing dengan produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang dan dengan persetujuan regulator, Robinhood juga berencana memperkenalkan layanan perdagangan yang telah mereka sediakan selama ini, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, dan instrumen internasional lainnya.
Di sisi lain, kendati telah dicaplok Robinhood, Benny memastikan bahwa Pieter Tanuri dari Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood setelah transaksi selesai. Tidak hanya itu, kedua akuisisi ini juga masih menunggu lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas lainnya, termasuk BEI.
Namun demikian, dengan masuknya Robinhood ke Indonesia juga dinilai akan mendorong peningkatan persaingan, layanan yang lebih baik dan biaya yang lebih efisien, diversifikasi produk yang lebih luas, dan transfer teknologi.
Karenanya, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto berharap nantinya Robinhood dapat patuh terhadap protokol lisensi lokal dan standar kelayakan.
"Kepatuhan ketat terhadap prinsip perlindungan investor, termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab. Selain itu, memastikan pengguna di Indonesia mendapatkan dukungan yang andal dan perlindungan hukum yang jelas. Kesesuaian dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data Indonesia,” tegas Edi.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































