Risiko Paket Umrah Murah

Oleh: Suhendra - 1 Maret 2017
Dibaca Normal 2 menit
Umrah jadi bisnis menggiurkan. Agen penyelenggara umrah berlomba menjaring jemaah dengan menawarkan biaya lumrah hingga paling murah.
tirto.id - Promo-promo tawaran umrah berseliweran. Sebagian ada yang menawarkan harga sangat miring—jauh di bawah ketentuan asosiasi agen penyelenggara umrah maupun pemerintah.

“Amphuri dan Kementerian Agama komitmen untuk menetapkan standar penyelenggaraan umrah, terutama terkait biaya: 1.700 dolar AS menjadi standar minimum untuk perjalanan umrah,” kata Joko Asmoro, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag).

Bila mengacu kurs 1 dolar adalah Rp13.400, biaya umrah yang lumrah sekitar Rp22-23 juta per orang. Menurut hitungan Amphuri, biaya tiket pesawat saja untuk pergi-pulang sudah mencapai 1.000 dolar AS, belum termasuk hotel dan lain-lain.

Namun, pelbagai promosi biaya umrah sangat murah menawarkan paket Rp19,5 juta, Rp16,5 juta, bahkan ada yang hanya Rp14-15 juta per orang. Tawaran inilah yang harus diwaspadai karena berpotensi merugikan.

Narawi, seorang konsultan travel dari Padi Tour di Gading Serpong, Tangerang Selatan, mengakui “banting harga” memang terjadi di antara agen atau mitra perusahaan travel umrah. Penyelenggara umrah sejak jauh-jauh hari membanderoli harga murah tanpa lebih dulu memesan kursi penerbangan—perkara penting untuk mengamankan kepastian kursi pesawat calon jemaah umrah.

“Kalau yang di bawah 1.700 dolar AS, perlu tanda tanya besar. Jangan tergiur dengan harga murah, tapi malah enggak berangkat. Persoalannya yang krusial adalah ketersediaan kursi pesawat,” katanya kepada Tirto.

Tanpa memesan kursi pesawat lebih dulu, jemaah umrah akan sulit mendapatkan kepastian penerbangan, terutama di musim-musim puncak umrah. Hal-hal semacam ini bisa membuat calon jemaah tertunda keberangkatannya atau paling sial tak berangkat sama sekali meski sudah menyetor sejumlah uang.

“Biasanya penyelenggara umrah yang bermasalah bisa ditandai saat ditanya nama maskapai. Kalau mereka bilang, 'Oh, ya, nanti akan kita kabari lagi,'—kita patut waspada. Harusnya airline-nya sudah pasti, jam juga. Ada tanda terima block seat,” katanya.

Kemenag seringkali mengampanyekan slogan “5 Pasti Umrah” sebagai rujukan awal: pastikan travel berizin, pastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan, pastikan program layanannya, pastikan hotelnya, dan pastikan visanya.

Sebagai contoh, untuk mengecek suatu agen umrah resmi atau tidak, kita bisa langsung menanyakan perizinan atau melihat langsung daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di situsweb Kemenag atau situs resmi anggota Amphuri atau bisa pula memakai aplikasi Umrah Cerdas milik Kemenang.

Infografik Paket Umrah 2017

Pilihan dan Risiko

Meski pemerintah dan asosiasi melakukan upaya pencegahan agar masyarakat terhindar dari risiko termakan bujuk tipu penyelenggara umrah bodong, faktanya kasus-kasus gagal umrah masih saja bermunculan.

April tahun lalu, misalnya, Polres Pontianak mengungkap kasus 100 lebih calon jemaah umrah yang tertipu agen penyelenggara.

Pihak penyelenggara memutar uang dari dana jemaah untuk berinvestasi tanah. Hasilnya, hanya 44 orang yang berangkat umrah. Sisanya, sekitar 147 orang, harus gigit jari.

Beberapa kasus lain, misalnya, dana jemaah diputar pada bisnis menggiurkan macam ke batu bara atau instrumen investasi lain.

"Untuk meyakinkan orang agar tertarik mendaftar melalui saya, saya menawarkan harga murah, sekitar Rp13 juta hingga Rp17 juta per paket umrah selama 10 hari, dari harga normalnya Rp25 juta/paket," ujar Her, seorang pelaku penipuan umrah seperti dilansir Antara.

Tawaran paket murah memang sering dikaitkan risiko penipuan atau agen penyelenggara umrah yang nakal. Namun, tak semua bisa dipukul rata. Ada beberapa penyelenggara umrah yang memasang tarif murah dan bisa memberangkatkan jemaah.

“Kita memanfaatkan tiket promo murah. Biasanya saya kumpulkan teman-teman bila ada promo tiket murah. Kebanyakan sistem kepercayaan teman,” kata Fatmawati, seorang penyelenggara Umrah Mandiri kepada Tirto.

Fatmawati sudah dua tahun terakhir menyelenggarakan “Umrah Mandiri”—biasa disebut umrah backpacker. Ia bermitra atau melakukan konsorsium dalam bentuk patungan dengan agen-agen penyelenggara umrah terdaftar.

Berdasarkan pengalamannya, berangkat umrah bisa dengan biaya Rp14-Rp18 juta dengan fasilitas hotel bintang 3 atau 4—tergantung saat ada promo tiket penerbangan murah. Beban terbesar ongkos umrah, biasanya 60 persen, pada biaya penerbangan, selebihnya biaya hotel dan lain-lain.

“Sebenarnya umrah dengan biaya murah bisa. Namun, tetap harus hati-hati karena ada orang-orang yang mengatasnamakan umrah murah,” katanya.

Calon jemaah umrah memang harus waspada di tengah persoalan antrean jemaah haji Indonesia yang mencapai 15-20 tahun. Itu mendorong permintaan tinggi layanan umrah di Indonesia.

Iming-iming biaya umrah murah tentu patut dihitung risikonya—meski biaya umrah yang lebih mahal pun tak menjamin seorang bisa lolos dari aksi tipu daya penyelenggara umrah nakal.

Baca juga artikel terkait UMRAH atau tulisan menarik lainnya Suhendra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Suhendra
Penulis: Suhendra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti