Menuju konten utama

Rela Mengantre di SPBU BP

Pelanggan mengaku tak masalah dengan antrean panjang, asal mendapatkan BBM dengan kualitas yang diinginkan.

Rela Mengantre di SPBU BP
Suasana di SPBU BP-AKR di Sekitar Jakarta Barat pada Senin Pagi (3/11/2025). foto/Natania

tirto.id - Antrean kendaraan mulai jadi pemandangan biasa di sejumlah SPBU BP. Terutama setelah PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR)—pengelola pom bensin berkelir hijau tersebut—mengumumkan tersedianya kembali salah satu produk mereka: BP 92.

Senin pagi (3/11/2025), ketika Tirto mendatangi salah satu SPBU itu di Grogol, Jakarta Barat, barisan kendaraan terlihat hampir tumpah ke tepi jalan.

Selama hampir 30 menit bertahan di sana, sejak pukul 10.03 pagi, kami menyaksikan antrean yang tak kunjung surut dengan beragam jenis kendaraan. Sepeda motor dan mobil silih berganti berdatangan, mulai dari angkutan pribadi hingga kendaraan penumpang.

Masing-masing pengendara bergegas mengambil tempat di tiga lajur yang disediakan: dua untuk mobil dan satu untuk sepeda motor. Matahari terik menjelang siang, menariknya, tak membuat para penunggang motor berbalik arah. Mereka tetap tertib menunggu giliran, meski pelana mulai terasa memanggang.

"Halo ka, mau isi berapa?” sapa seorang operator SPBU kepada pengendara yang tiba di baris terdepan. Si pengendara menyebut angka, dan operator memindahkannya ke dalam tombol-tombol pada dispenser BBM.

Setelah flow meter pada mesin itu bergerak, liter demi liter bensin pun berpindah dari nozzle ke dalam tangki kendaraan. Selanjutnya adalah repetisi, sampai SPBU itu tutup dua belas jam kemudian.

Seorang operator yang kami wawancarai bercerita bahwa antrean sudah dimulai sejak SPBU buka pada pukul 06.00 pagi. Kondisi ini berlangsung sejak Jumat (31/10/2025) pekan lalu, tak lama setelah mereka merentangkan spanduk pengumuman di muka SPBU. Bunyinya sederhana: "BP 92 sudah tersedia! Bahan bakar andal, performa maksimal."

Puncak kepadatan, kata dia, biasanya terjadi usai jam pulang kerja yakni pukul 20.00 WIB. "Nanti makin ngantre lagi. Makin malam, makin antre," ucap operator yang enggan ditulis identitasnya itu.

BP 92 adalah satu dari tiga merek bahan bakar yang dipasarkan BP-AKR di Indonesia. Dua produk lainnya, yakni BP Ultimate 95 dan BP Diesel (51), tumpas sejak Agustus silam dan belum kembali tersedia hingga sekarang.

Seperti namanya, BP 92 adalah BBM dengan nomor oktan (RON) 92. Produk SPBU lain dengan nomor oktan serupa adalah Pertamax (Pertamina), Shell Super (Shell) dan Revvo 92 (Vivo).

Lantaran Shell dan Vivo tak kunjung memiliki stok—dan hanya BP/AKR yang telah menjalin kerja sama impor base fuel dengan PT Pertamina (Persero)pilihan RON 92 yang tersedia hingga saat ini praktis hanya dua: Pertamax dan BP 92.

Rela Antre

Di atas kertas, persaingan BP dan Pertamina pada ceruk konsumen RON 92 tentu tak sebanding. Dalam perkara harga saja, Pertamax kentara lebih murah dengan banderol Rp12.200 per liter, di bawah BP 92 yang dipasarkan Rp12.680 per liter. Sedangkan dalam perkara aksesibilitas, jumlah pom bensin Pertamina dan BP ibarat rambut vis-a-vis bulu kaki: amat jauh berbeda.

Namun, bagi sejumlah konsumen, harga dan kemudahan tampaknya bukan persoalan. Mengularnya kendaraan di SPBU BP berbagai daerah sejak Jumat pekan lalu menjustifikasi asumsi tersebut.

Tak hanya di Jakarta, SPBU BP-AKR di Jalan Pemuda, Surabaya, padat dengan kendaraan. Ini tergambar dari video yang diunggah akun TikTok @nikmatul030 pada pukul 15.23 WIB, Jumat (31/10/2025). Dengan video berdurasi 18 detik, ia merekam antrean sepeda motor dari baris paling belakang, tepat di depan pintu masuk SPBU BP.

Saat tulisan ini dibuat, unggahan dengan takarir "BP AKR Pemuda ready stock nih," itu telah disaksikan 11,4 ribu kali dan disukai 340 pengguna.

Selain di Surabaya, hal serupa juga terjadi pada SPBU BP-AKR di Jalan Soekarno-Hatta, Malang, Jawa Timur. Unggahan akun @soper_soretan pada Senin (3/11/2025) pagi bahkan memperlihatkan antrean yang memanjang hingga ke jalan. Rekaman berdurasi 25 detik tersebut terkonfirmasi pula oleh ulasan seorang pengunjung dengan nama akun RIS 406 di laman google map pada hari yang sama.

"Alhamdulillah buka lagi, walaupun antri gak apa apa yang penting dapat bahan bakar berkualitas," tulisnya dalam postingan yang disertai foto antrean kendaraan bermotor di SPBU BP Jalan Soekarno-Hatta.

Komentar-komentar serupa disampaikan sejumlah pelanggan yang kami temui di SPBU BP Grogol. Yanti, salah satu pengendara motor, misalnya, mengaku rela antre karena meyakini kualitas dan keandalan BBM yang ia beli di BP. Menunggu lebih lama, baginya, sepadan dengan tarikan motor yang lebih ringan saat kembali ke aspal.

Demikian pula Nisa, salah satu pelanggan yang mengeklaim sebagai konsumen setia BP. Hari itu, gadis berhijab ini menghabiskan waktu 10 menitnya di barisan kendaraan SPBU BP.

Sebelum BP Kalideres kehabisan stok BBM, ia mengaku langganan mengisi bensin tiap tiga hari sekali di tempat tersebut. Dalam perhitungannya, konsumsi BBM motor yang ia gunakan berkisar 5-6 liter. "Biasa isi Rp30 ribu. Tapi kadang ya sampai 4 hari, tergantung pemakaian saja," ujar wanita yang sehari-hari berkendara ke kantornya di Jakarta Utara tersebut.

Meski tak memahami pengaruh RON pada performa mesin, Nisa menganggap pemilihan jenis BBM yang baik adalah kewajiban pemilik kendaraan. Ia percaya, tiap liter bensin berkualitas yang dikonsumsi motornya adalah ikhtiar merawat kendaraan.

"Aku cuma tahu kualitasnya lebih bagus sih. Walaupun gak paham soal mesin dan apalah itu, tapi motorku berhak dapet bensin yang bagus. Soalnya aku pakai kerja ini setiap hari," jelasnya, sembari berharap kelangkaan terhadap SPBU BP maupun pom besin lainnya tak berulang di waktu mendatang. "Jangan langka lagi lah, BP banyak yang beli nih sekarang," tuturnya.

Baca juga artikel terkait SPBU atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana