tirto.id - Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel telah memasuki hari ke-37. Eskalasi konflik antara kedua kubu masih terus memanas.
Presiden AS Donald Trump mengklaim seorang pilot militer Amerika yang sempat hilang setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Iran telah berhasil ditemukan dan diselamatkan.
Pilot tersebut merupakan bagian dari pesawat F15-E milik AS yang ditembak jatuh Iran pada Jumat (3/4/2026). Ia disebut berhasil diselamatkan setelah terjadi baku tembak sengit dalam operasi pencarian. Pilot kedua juga akhirnya ditemukan setelah melakukan serangkaian upaya pencarian.
Trump juga menetapkan tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jalur perairan strategis yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dan gas dunia itu sebelumnya berada dalam blokade de facto Iran sebagai respons atas perang yang berlangsung.
Namun, komando militer pusat Iran menolak ancaman tersebut. Ia menyebut ultimatum Trump sebagai tindakan “putus asa, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.”
Perkembangan di Iran
Iran mengklaim keberhasilannya menembak jatuh jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS menjadi bukti bahwa dominasi udara Amerika dapat dipatahkan. Insiden ini dinilai langka, mengingat pesawat tempur AS belum pernah ditembak jatuh dalam pertempuran selama lebih dari dua dekade terakhir.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengklaim telah menembak jatuh pesawat AS lain yang tengah melakukan misi pencarian di wilayah Isfahan selatan. Bahkan, Iran turut menyatakan telah menghancurkan dua pesawat C-130 dan dua helikopter Black Hawk dalam operasi tersebut. Iran juga mengeklaim sebelumnya menembak jatuh drone MQ-9 Reaper.
Media Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas di wilayah barat daya saat operasi penyelamatan berlangsung.
Di sisi lain, pihak AS menyatakan telah berhasil menyelamatkan satu awak pesawat F-15E tersebut. Awak yang diselamatkan disebut berpangkat kolonel dan merupakan salah satu dari dua kru pesawat. Seorang pejabat AS menyebut operasi penyelamatan melibatkan ratusan pasukan khusus di tengah baku tembak sengit.
Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim penyelamatan tersebut. Sebelumnya, otoritas Iran sempat meminta warga untuk membantu menemukan awak yang hilang guna dijadikan alat tawar dalam konflik.
Selain itu, serangan AS-Israel di Provinsi Ardabil, dekat perbatasan Azerbaijan, dilaporkan menewaskan tiga orang. Rusia juga mengevakuasi sekitar 200 staf dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr setelah serangan di sekitar lokasi tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan risiko kontaminasi radioaktif.
Seorang pejabat keamanan Iran menyatakan negaranya tetap menjalankan operasi sesuai rencana dan bahkan menyiapkan “kejutan besar” bagi AS dan Israel.
Situasi di Amerika Serikat
Trump mengonfirmasi langsung penyelamatan awak pesawat kedua F15-E yang jatuh melalui platform Truth Social. Ia menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer AS.
Sementara itu, perusahaan citra satelit Planet Labs mengumumkan akan menghentikan sementara publikasi gambar Iran dan kawasan konflik atas permintaan pemerintah AS.
Selain itu, dua anggota keluarga Jenderal Iran Qassem Soleimani dilaporkan ditahan di AS setelah izin tinggal mereka dicabut, meskipun media Iran membantah hubungan tersebut.
Situasi di Israel
Sirene peringatan berbunyi di wilayah utara Israel, termasuk di Haifa, setelah serangan rudal dari Iran.
Militer Israel juga melaporkan deteksi rudal yang diluncurkan dari Yaman, yang merupakan serangan kelima sejak perang dimulai. Kelompok Houthi bersama Iran dan Hizbullah mengklaim melakukan serangan jarak jauh ke target di Israel.
Ledakan juga terdengar di Yerusalem, sementara serangan rudal di Tel Aviv dan wilayah tengah Israel dilaporkan melukai sedikitnya lima orang.
Situasi di Kawasan Teluk
Serangan drone Iran merusak dua fasilitas listrik dan desalinasi air di Kuwait. Hal ini menyebabkan penghentian dua unit pembangkit listrik. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Di Bahrain, sejumlah fasilitas industri petrokimia juga menjadi sasaran drone Iran, meski kebakaran berhasil dipadamkan tanpa korban.
Sementara di Uni Emirat Arab, operasional pabrik petrokimia Borouge dihentikan akibat kebakaran setelah jatuhnya puing serangan. Sistem pertahanan udara negara tersebut juga diaktifkan untuk menghadapi serangan lanjutan.
Krisis Energi dan Selat Hormuz
Negara-negara anggota OPEC dijadwalkan bertemu untuk menentukan kebijakan produksi minyak pada Mei. Konflik ini telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar, dengan harga minyak melonjak dari sekitar 65 dolar menjadi di atas 100 dolar per barel.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan Qatar untuk membahas pasokan energi, dan dijadwalkan melanjutkan ke Uni Emirat Arab.
Di tengah situasi tersebut, Iran menyatakan tetap mengizinkan kapal Irak melintasi Selat Hormuz, meskipun jalur vital itu secara umum masih berada dalam kondisi blokade.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































