Menuju konten utama

Rangkaian Kegiatan Jemaah Haji 2025

Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal operasional ibadah haji 2025. Apa saja kegiatan ibadah haji 2025?

Rangkaian Kegiatan Jemaah Haji 2025
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5/2025). Pada tahun 2025 diperkirakan lebih dari 1,83 juta muslim dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji, termasuk dari Indonesia yang tahun ini memiliki kuota sebanyak 221.000 jamaah, terdiri dari 203.320 kuota haji reguler, dan 17.680 kuota jamaah haji khusus. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt.


tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal operasional ibadah haji 2025 yang berlangsung selama 41 hari. Saat ini, Jemaah haji Indonesia sudah mulai berangkat dalam beberapa gelombang yang berbeda. Lantas, apa saja kegiatan jemaah haji 2025?

Keberangkatan kloter awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I pada 2 Mei 2025 dan tiba di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Sementara itu, jemaah haji gelombang II akan berangkat dari Indonesia, mulai 17 Mei 2025 dan langsung tiba di Jeddah.

Pada tahun 2025, Indonesia mendapat 221.000 kuota jemaah haji, dengan rincian 201.063 jemaah reguler, 1.572 petugas haji daerah, 685 adalah pembimbing pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 17.680 jemaah haji khusus.

Kegiatan Jemaah Haji 2025 di Madinah

Calon jemaah haji, diwajibkan untuk menunaikan rukun haji, yang terdiri dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, dan tahalul, yang dilaksanakan secara tertib. Selain rukun haji, jemaah haji dapat melakukan ibadah yang dianjurkan secara fleksibel.

Sembari menanti puncak haji, calon jemaah dapat mempersiapkan diri baik secara fisik atau spiritual. Pasalnya, perbedaan cuaca, kultur dan kapasitas di Tanah Suci, memerlukan penyesuaian dan adaptasi.

Jemaah haji selama di Madinah dapat mengerjakan beberapa ibadah sunah. Salah satu kesunahan yang dilakukan di Madinah ialah meyakini Madinah sebagai tempat mulia dan tempat terbaik kedua setelah Mekkah. Kemulian tersebut disebabkan karena Nabi Muhammad, karena perjalanan Islam sejak Nabi hijrah berada di Madinah, hingga dikebumikan.

Selama di Madinah, calon jemaah haji juga disunahkan untuk memperbanyak salawat, khususnya saat sedang ziarah ke makam Nabi Muhammad. Di antara makam Nabi dan mimbar yang dahulu digunakan untuk khutbah, terdapat tempat mustajab bernama Raudhah.

Apabila jemaah haji berkesempatan mengunjungi Raudhah, maka disunahkan untuk melakukan salat sunah tahiyyatul masjid sebanyak dua rakaat. Setelah itu, jemaah haji dapat berdoa dan mengucap syukur atas nikmat yang diterima dari Allah.

Kemudian, jemaah haji juga disunahkan untuk mengucap salam kepada Nabi Muhammad Sahabat Abu Bakar dan Sahabat Umar. Jemaah juga disunahkan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti masjid Quba, makam Baqi’ dan lainnya.

Selama di Madinah, kesunahan lain yang dapat ditunaikan jemaah ialah salat wajib lima waktu di Masjid Nabawi, puasa sunah dan bersedekah.

Sebagai informasi, jemaah haji Gelombang I akan berada di Madinah mulai 2 Mei 2025. Kemudian, Jemaah akan bergerak menuju Mekkah mulai 10 Mei 2025. Sesuai jadwal, gelombang terakhir yang bergerak ke Makkah dilaksanakan pada 25 Mei 2025 atau 27 Zulkaidah 1446 H.

Kesunahan di atas, juga dapat dilakukan oleh jemaah haji yang tiba di Madinah setelah pelaksanaan rukun haji. Sesuai jadwal, jemaah haji yang telah berada di Mekkah akan bergerak menuju Madinah (setelah haji) pada 18 Juni 2025 atau 22 Zulhijah 1446 H.

Kegiatan Jemaah Haji 2025 di Mekkah

Jemaah kloter terakhir yang tiba di Jeddah berangkat dari Indonesia pada 31 Mei 2025 atau 4 Zulhijah 1446, dengan closing date KAAIA Jeddah pukul 24.00 waktu setempat. Artinya, ada tanggal tersebut, seluruh calon jemaah haji Indonesia telah berada di Mekkah.

Sebagai informasi, penginapan jemaah haji terbagi dalam 10 sektor, yang terletak di Syisyah, Raudhah, Misfalah, dan Jarwal. Selama berada di Mekkah, calon jemaah haji bisa melaksanakan umrah, tawah, zikir, berdoa, salat di Masjidil Haram dan amal ibadah lainnya.

Puncak Haji di Armuzna

Seluruh jemaah haji akan bergerak menuju Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna) untuk melaksanakan puncak ibadah haji. Sesuai jadwal, jemaah akan bergerak ke Arafah mulai 4 Juni 2025. Pada 5 Juni 2025, jemaah melaksanakan wukud di Arafah.

Setelah wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (bermalam) hingga menjelang subuh. Pada 10 Zulhijah, jemaah menuju Mina untuk melontar jamrah aqabah. Jemaah kemudian melakukan tahallul awal, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut.

Kemudian, dilanjutkan dengan melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram. Setelah tawaf ifadah, jemaah melanjutkan dengan sa’i, yaitu berjalan atau lari kecil bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah.

Apabila sa’I telah dilaksanakan, maka selanjutnya memasuki tahap tahallul kedua. Setelah rangkaian tersebut, jemaah kembali ke Mina, untuk melaksanakan mabit dan melontar jamrah ula, wusta, dan aqabah.

Sebelum meninggalkan Mekkah, seluruh Jemaah haji menutup rangkaian ibadah haji dengan tawaf wada (tawaf perpisahan). Rukun haji tersebut, wajib dilaksanakan secara berurutan.

Kapan Puncak Haji 2025?

Wukuf di Arafah akan digelar pada 9 Zulhijjah 1446 Hijriyah atau bertepatan dengan 5 Juni 2025. Padang Arafah merupakan tempat bersejarah, yang berada di luar kota Mekkah, sekitar 20 kilometer ke arah timur.

Wukuf dilakukan dengan berdiam diri dan memperbanyak doa serta zikir di Padang Arafah sejak tergelincirnya matahari hingga menjelang malam.

Arafah menjadi potret kecil tantang Mahsyar, hari di mana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya. Mahsyar digambarkan sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya.

Rangkaian Kegiatan Jemaah Haji 2025

berikut jadwal rangkaian kegiatan jemaah haji 2025, yang dirilis secara resmi oleh Kemenag:

  • 1 Mel 2025 (3 Zulkaidah 1446), Jemaah Haji masuk asrama haji
  • 2 Mel 2025 (4 Zulkaidah 1446), Awal pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
  • 11 Mei 2025 (13 Zulkaidah 1446), Awal pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 16 Mei 2025 (18 Zulkaidah 1446, Akhir pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
  • 17 Mei 2025 (19 Zulkaidah 1446, Awal pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 25 Mei 2025 (27 Zulkaidah 1446), Akhir pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang | dari Madinah ke Makkah
  • 31 Mei 2025 (4 Zulhijah 1446), Akhir pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 31 Mei 2025 (4 Zulhijah 1446), Closing Date KAAIA Jeddah (Pukul 24.00 WAS)
  • 4 Juni 2025 (8 Zulhijah 1446), Pemberangkatan Jemaah Haji dari Makkah ke Arafah
  • 5 Juni 2025 (9 Zulhijah 1446), WUKUF DI ARAFAH
  • 6 Juni 2025 (10 Zulhijah 1446), Idhul Adha 1446 Hijriyah
  • 7 Juni 2025 (11 Zulhijah 1446), Hari Tasyrik I
  • 8 Juni 2025 (12 Zulhijah 1446), Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
  • 9 Juni 2025 (13 Zulhijah 1446) Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
  • 11 Juni 2025 (15 Zulhijah 1446), Awal Pemulangan Jemaah Haji Gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
  • 11 Juni 2025 (15 Zulhijah 1446), Awal Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I di Tanah Air.
  • 18 Juni 2025 (22 Zulhijah 1446), Awal Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 25 Juni 2025 (29 Zulhijah 1446), Akhir Pemulangan Jemaah Haji Gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
  • 26 Juni 2025 (1 Muharram 1447), TAHUN BARU HIJRIYAH 1447 H.
  • 26 Juni 2025 (1 Muharram 1447), Awal Pemulangan Jemaah Hajl Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
  • 2 Juli 2025 (7 Muharram 1447), Akhir Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 10 Juli 2025 (15 Muharram 1447), Akhir Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
  • 11 Juli 2025 (16 Muharram 1447), Akhir Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II di Tanah Air.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Dicky Setyawan