Menuju konten utama

Purbaya Sebut APBN Kuat: Tak Perlu Khawatir Morat-Marit

Bendahara negara itu menyebut bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menyerap potensi guncangan dari luar.

Purbaya Sebut APBN Kuat: Tak Perlu Khawatir Morat-Marit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Dalam rapat tersebut Satuan Tugas (Satgas) DPR RI dan pemerintah memutuskan untuk memperlancar dana tanggap darurat dalam penanganan bencana guna menghindari birokrasi yang berbelit-belit. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi gejolak ekonomi global.

Ia mengatakan bahwa defisit anggaran masih terkendali sehingga masyarakat tidak perlu cemas terhadap kondisi fiskal nasional di tengah ancaman krisis energi imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” ujar Purbaya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3/2026).

Ia memaparkan bahwa posisi anggaran saat ini berada dalam kondisi terjaga dengan defisit yang terkendali. Bendahara negara itu menyebut bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menyerap potensi guncangan dari luar.

“Anggaran kita sekarang sampai akhir tahun pun tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya untuk merespons kekhawatiran publik terkait berbagai kebijakan efisiensi yang tengah digulirkan pemerintah. Mantan Kepala LPS ini meyakinkan bahwa pemerintah telah memperhitungkan seluruh skenario hingga akhir tahun.

“Teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” ucap Purbaya.

Dalam kesempatan lain, Purbaya menegaskan tetap akan menjaga defisit APBN 2026 di bawah batas yang telah ditetapkan Undang-Undang keuangan negara, maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Aman itu, saya enggak akan tembus (defisit) 3 persen dari PDB. Yakin," kata dia, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, pemerintah tetap mengambil sejumlah langkah efisiensi. Pemerintah baru saja memberlakukan 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional sebagai respons kondisi geopolitik global.

Kedelapan langkah itu adalah penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat; menghemat APBN dengan WFH Rp6,2 triliun dan pengurangan konsumsi belanja BBM masyarakat Rp59 triliun; pembatasan kendaraan dinas hingga 50 persen; pembatasan dinas dalam negeri 50 persen dan dinas luar negeri 70 persen.

Kemudian, optimalisasi MBG hanya jadi lima hari dengan potensi penghematan Rp20 triliun; sekolah tatap muka hingga jenjang SMA; refocusing anggaran dinas, rapat, dan seremonial hingga Rp130 triliun.

Selanjutnya, pemerintah melakukan efisiensi energi dengan program B50 mulai 1 Juli 2026 untuk mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter, menghemat Rp48 triliun.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher