tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan Indonesia akan memasuki fase ekspansi ekonomi yang sehat hingga 2033.
"Jadi prospek kita akan baik tahun ini, kita coba dorong ke 6 persen (pertumbuhan ekonomi) dan kalau mau tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi sampai dengan 2033," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Atas optimisme itu, ia pun mengimbau generasi muda untuk tidak khawatir mencari kerja setelah lulus, karena lapangan kerja dipastikan bakal melimpah di masa depan.
Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran generasi muda yang kerap resah soal masa depan usai menyelesaikan pendidikan. Purbaya menegaskan, bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan justru akan semakin banyak tercipta lapangan kerja baru seiring menggeliatnya roda ekonomi.
"Artinya tidak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerja setelah lulus. Bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta," ucapnya.
Purbaya mengaku, pihaknya menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen di kuartal I-2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus antara lain percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp62 triliun, Tunjangan Hari Raya (THR) ASN Rp 55 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp 13 triliun. Total proyeksi belanja kuartal I mencapai Rp 809 triliun.
Di sisi lain, pemerintah terus menjaga iklim investasi dan sinkronisasi kebijakan dengan bank sentral agar sektor finansial ikut mendorong perekonomian.
Purbaya memastikan seluruh ekspansi ini tetap dikelola dengan manajemen fiskal yang prudent. Defisit dijaga tak melampaui 3 persen dari PDB sementara utang dikendalikan di level stabil dan bahkan berpotensi turun seiring perbaikan penerimaan pajak dan bea cukai.
"Saya pikir ketika ekonomi lebih bagus dengan pajak dan bea cukai yang bagus, sehingga utang kita bisa ditekan perlahan," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































