Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Dampak Kegagalan Negara Ciptakan Lapangan Kerja

Purbaya sebut kebijakan keliru membuat pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas.

Purbaya Ungkap Dampak Kegagalan Negara Ciptakan Lapangan Kerja
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa kegagalan pemerintah dalam menjalankan kebijakan penciptaan lapangan kerja telah mendorong banyak anak muda memilih bekerja di luar negeri. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5 persen.

“Jadi, banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu, kemarin-kemarin ya, iya seperti itu,” kata dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Padahal, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas, ekonomi Indonesia harus tumbuh setidaknya di level 6-7 persen atau lebih. Sayangnya, kebijakan yang keliru membuat ekonomi Indonesia yang sebelumnya berpotensi tumbuh di atas 5 persen kembali terjebak di level tersebut.

Namun, melalui program-program prioritas Kabinet Merah Putih yang didukung perbaikan kinerja realisasi investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta penguatan manajemen fiskal dan moneter, penciptaan lapangan kerja baru diharapkan dapat meningkat.

“Pak Presiden sudah membuat program vocational yang cukup besar itu cost-nya, hospital itu dan lain-lain diperkuat nanti tahun depan mulai berjalan. Sehingga, mereka bisa dapat kerjaan lebih layak. Tapi itu kan jangka pendek,” tuturnya.

Dalam jangka panjang, pemerintah akan berupaya meningkatkan kesejahteraan Indonesia, sehingga upah tenaga kerja juga dapat diperbaiki. Selama ini, lanjut Purbaya, salah satu alasan anak muda memilih bekerja di luar negeri adalah upah minimum yang jauh lebih tinggi.

“Itu yang kita kerjakan dalam beberapa tahun ke depan, 10 tahun mungkin. Jadi target kita bukan mindahin orang ke sana supaya di sana hidupnya enak, tapi kita membuat di sini bagus suasananya. Sehingga, di sini kita juga bisa hidup lebih enak tanpa harus ke luar negeri. Kalau ke sana itu masalah pilihan atau ke luar negeri (untuk) libur lah, boleh lah,” tegas Purbaya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana