Menuju konten utama

Sederet Pemimpin Dunia Mulai Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

Pemerintah RI meyakini masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak gempa NTT.

Sederet Pemimpin Dunia Mulai Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT
Rumah warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka yang rusak terdampak gempa, Sabtu (15/8/2026). Foto/ istimewa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menawarkan bantuan kemanusiaan bagi Indonesia menyusul gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan internasional ini mengalir tepat saat bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu proses pemulihan akibat gempa NTT. Dalam surat resmi yang dikutip oleh The Straits Times (17/08/2026), PM Wong menegaskan komitmen Singapura sebagai negara tetangga terdekat.

"Saya sedih mendengar jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17 Agustus 2026. Singapura siap membantu dalam upaya bantuan dengan cara apa pun yang kami bisa, dan mendukung pemulihan daerah-daerah yang terdampak," ujar PM Lawrence Wong.

Dari Seoul, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, juga menyampaikan simpati kepada para korban melalui saluran diplomatik.

Berdasarkan laporan The Korea Times pada 17 Agustus 2026, Presiden Lee Jae-myung memastikan Korea Selatan berdiri bersama Indonesia dalam menghadapi bencana ini.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan, yang terdampak oleh gempa bumi mematikan tersebut," ungkap Presiden Lee Jae-myung.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Korea Selatan mendoakan pemulihan yang cepat bagi rakyat Indonesia.

Dukungan serupa datang dari Beijing. Presiden China, Xi Jinping, mengirimkan pesan resmi yang dipublikasikan oleh Gov.cn pada 17 Agustus 2026. Dalam pesannya, Xi menyatakan kesiapan China untuk mengulurkan bantuan teknis.

"Atas nama pemerintah dan rakyat China, saya ingin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan menyampaikan simpati tulus kepada keluarga yang berduka serta mereka yang terluka. Pihak China siap memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk pekerjaan bantuan bencana," kata Presiden Xi Jinping.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui pernyataan resmi di laman President.ir, Senin (17/08/2026), menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Pemerintah dan rakyat Iran menyampaikan simpati mereka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat," tulis pernyataan tersebut, yang juga menekankan kesiapan Teheran dalam memberikan dukungan logistik jika diperlukan.

Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besar di Jakarta, turut memberikan pernyataan lewat situs resmi id.usembassy.gov, Senin (17/08/2026). Di tengah ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, AS menegaskan penuh sikap kemitraannya.

"Pikiran kami bersama masyarakat NTT yang terkena dampak gempa bumi ini. Amerika Serikat tetap menjadi mitra kuat Indonesia dan siap memberikan dukungan," tulis pihak Kedutaan AS.

Terkait kondisi terkini di lokasi bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan jumlah korban jiwa per Senin sore, 17 Agustus 2026. Berdasarkan laporan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut telah merenggut puluhan nyawa.

"Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Berton merinci bahwa 68 korban jiwa tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, serta masing-masing 2 jiwa di Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mendata terdapat 213 orang yang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Saat ini, pemerintah Indonesia terus memprioritaskan evakuasi dan pendistribusian logistik ke wilayah-wilayah terdampak di wilayah Flores.

Pemerintah Indonesia sendiri hingga saat ini memastikan belum berencana membuka bantuan internasional untuk menangani gempa NTT.

Pemerintah Indonesia Klaim Masih Mampu

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan.

"Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik," kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Menurut Prasetyo, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari logistik hingga pengungsian, masih dapat dipenuhi pemerintah. Karena itu, bantuan dari negara lain belum menjadi kebutuhan dalam penanganan darurat saat ini.

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak gempa.

"Baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," ujar Prasetyo.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto