tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengancam akan menindak tegas para pengusaha biodiesel alias FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang tak mengikuti aturan ekspor dari pemerintah.
Ancaman ini ia sampaikan ke seluruh pengusaha FAME di Indonesia, menyusul temuan ekspor ilegal produk FAME yang dilakukan oleh PT MMS pada awal bulan lalu.
Sebaliknya, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu juga mengaku tidak akan melanggar atau menyalahi kebijakan ekspor yang telah ditetapkan aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Untuk yang tadi, yang (ekspor ilegal) FAME itu, sekarang sudah kita panggil seluruh pengusaha FAME ke Jakarta. Kita bilang ke mereka, aturan kita begini, begini. Kita nggak akan deviate dari aturan itu. Anda siap-siap saja, kalau anda mau berbisnis terus, ikuti aturan kami. Kalau enggak, saya hajar dia,” tegas Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).
Purbaya menegaskan, bahwa ancaman tersebut bukan gertak semata lantaran dirinya telah mengantongi nama-nama eksportir yang telah melakukan pelanggaran. Selain para pengusaha FAME, ancaman ini berlaku pula untuk importir pakaian-pakaian bekas alias ballpress.
“Jadi, setiap ada pelanggaran-pelanggaran itu, kami dapat namanya, termasuk yang sibuk sibuk, yang ribut-ribut di medsos (media sosial) tentang ballpress. Kami dapat namanya, kami investigasi pajaknya seperti apa,” lanjut dia.
Selain telah memastikan para pengusaha ballpress telah melakukan impor ilegal, Purbaya juga mengaku menemukan bahwa mereka juga tidak menjalankan kewajiban perpaja an. Hal tersebut terungkap setelah ia mengintip Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dari para pengusaha ballpress tersebut.
“Ternyata banyak dari mereka nggak bayar pajak. Saya datangin orangnya ke sana untuk suruh bayar pajak. Jadi, ini harus fair,” tegasnya.
Purbaya pun menyesalkan sikap para pengusaha ballpress yang hanya memprotes kebijakan pemerintah untuk menutupi kesalahan yang mereka lakukan. Meski demikian, ia mengaku tak masalah jika protes dilayangkan kepada pemerintah setelah para pengusaha ballpress menjalankan kewajiban perpajakannya.
“Kalau mereka nyerang, ya harus bersih. Kalau mereka nyerang-nyerang aja untuk menghindari, menutupi kejahatannya, saya hajar dari pajak. Itu ternyata boleh saya main di pajak. (Mereka) emang nggak bayar pajak. SPT-nya 0-0-0-0 selama 5 tahun berturut-turut, berarti nggak bayar pajak. Ada yang selalu nihil, padahal punya gudang banyak sekali. Jadi jangan main-main lagi dengan pemerintah,” tukasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































