tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan akan mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mendorong kerja sama energi RI dan Rusia berdampak nyata bagi Indonesia.
Bahlil mengatakan Presiden Prabowo berpesan agar setiap kesepakatan, yang dibangun dalam pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, menghasilkan manfaat yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.
Ia memastikan agenda energi tidak berhenti pada komitmen, tetapi diarahkan menuju kerja sama yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional.
"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (4/9/2026).
Prabowo Dorong Hilirisasi dan Eksplorasi Bersama Rusia
Bahlil sebelumnya mendampingi Prabowo dalam kunjungan ke Federasi Rusia untuk menghadiri EEF ke-11 di Vladivostok, Kamis (3/9). Kehadiran Menteri ESDM dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menerjemahkan pembahasan tingkat kepala negara ke dalam kerja sama sektoral di bidang energi dan sumber daya mineral.
Dalam sesi pleno EEF ke-11, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya menempatkan ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Rusia perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pertukaran barang.
Rusia memiliki kekuatan pada sumber daya energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa maju, sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN.
Kekuatan yang saling melengkapi tersebut membuka peluang kolaborasi pada berbagai rantai kegiatan energi, termasuk sektor minyak dan gas bumi.
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menyambut kerja sama Rusia, yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.
"Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," kata Prabowo di Vladivostok.
Bidik Teknologi Nuklir untuk Tujuan Damai
Selain sektor migas, Pemerintah juga membuka ruang kerja sama pada pengembangan energi masa depan melalui dukungan pengetahuan, teknologi, dan investasi Rusia pada energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.
"Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional," terang Prabowo.
Bahlil menegaskan kerja sama tersebut bakal memiliki tindak lanjut yang jelas agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.
"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.
Kementerian ESDM disebut akan mengawal peluang kerja sama Indonesia-Rusia agar dapat diterjemahkan menjadi program dan investasi yang mendukung ketahanan pasokan, peningkatan produksi energi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta kemandirian energi nasional.
Melalui lawatan ini, Bahlil membawa misi untuk menjaring investasi strategis dan memperkuat kerja sama ekonomi di sektor energi. Fokus utamanya adalah menerjemahkan kesepakatan politik tingkat tinggi menjadi peluang bisnis yang konkret di sektor energi Indonesia.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi proyek-proyek energi baru yang melibatkan teknologi dan modal dari Rusia untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia yang terus berkembang.
"Kehadiran Menteri ESDM memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara. Forum EEF ini menjadi ruang bagi Menteri ESDM untuk memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia," ujar Anggia dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id



































