Menuju konten utama

Psikolog TNI Sebut Para Pelaku Menyesal Siram Andrie Yunus

Hal ini diketahui setelah melalui rangkaian tes psikologi secara lisan maupun tertulis.

Psikolog TNI Sebut Para Pelaku Menyesal Siram Andrie Yunus
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (ketiga kiri), dan Serda Edi Sudarko (kedua kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/tom.

tirto.id - Ahli psikologi dari Pusat Psikologi Mabes TNI, Kolonel (Arh) Agus Syahruddin, mengungkapkan bahwa keempat terdakwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, menyesali perbuatan mereka.

Keempat terdakwa yaitu Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia, Lettu Pas Sami Lakka, Lettu Mar Budhi Hariyanto Widhi, dan Serda Mar Edi Sudarko, diketahui telah menyesal menyiram Andrie Yunus. Hal ini diketahui setelah melalui rangkaian tes psikologi secara lisan maupun tertulis.

"Tampak rasa penyesalan yang cukup besar akibat aksi yang dilakukan berdampak luas tidak hanya ke pribadi yang bersangkutan namun juga terhadap korban, keluarga dan institusi,” kata Agus dalam sidang pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).

Agus kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan psikologi dari masing-masing terdakwa. Untuk terdakwa Serda Mar Edi Sudarko diketahui memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas berpikir, cenderung impulsif, dan kurang efektif dalam pemecahan masalah kompleks.

Pusat Psikologi Mabes TNI tidak menemukan adanya indikasi patologis namun perilakunya berpotensi terhadap perilaku berisiko.

"Tidak ditemukan indikasi patologis atau gangguan psikologis namun proses berpikir dan pola kepribadiannya berpotensi terhadap perilaku berisiko," ujarnya.

Untuk hasil tes Lettu Mar Budhi Hariyanto Widhi, Agus menyebut sosoknya tidak memiliki daya analisa uang tinggi, sehingga kurang matang dalam menimbang dan memecahkan masalah. Pusat Psikologi juga menemukan adanya karakter impulsif dari kerpibadian Budhi Hariyanto.

"Kepribadiannya cenderung kurang hangat dalam berelasi, formal dan minim empati, serta ada kecendrungan impulsif dengan kontrol diri yang lemah. Tidak ditemukan indikasi patologis, namun proses berpikir dan pola kepribadiannya berpotensi terhadap perilaku berisiko," jelasnya.

Hasil analisis Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia, Agus menyebut sosoknya sebagai pemikir uyang mencari solusi praktis. Namun sosoknya kaku dan mengabaikan kedekatan emosional serta memiliki orientasi terhadap tugas.

"Kepribadiannya mandiri, kaku, mengabaikan kedekatan emosional dan lebih berorientasi pada tugas," ungkapnya.

Di akhir, Lettu Pas Sami Lakka disebutkan memiliki pemikiran yang sederhana kepribadiannya lebih cenderung introvert.

"Dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa psikologis bersangkutan proses berpikirnya sederhana dan praktis. Kepribadiannya kecenderungan minat sosial rendah tidak luas," terangnya.

Diketahui bahwa Kolonel Arh Agus Syahruddin dihadirkan oleh para terdakwa bersama ahli psikologi forensik, Reza Indragiri, ahli hukum tentang operasi militer, Sulaeman Pontoh.

Baca juga artikel terkait ANDRIE YUNUS AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto