tirto.id - Warren Buffett mengumumkan akan pensiun sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025. Simak ulasan terkait kisah Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, dan alasan mundur.
Warren Buffett menyampaikan rencana pengunduran diri melalui rapat tahunan perusahaan Berkshire Hathaway bersama para investor. Ia juga menjelaskan bakal menyerahkan kendali perusahaan kepada Wakil Ketua Greg Abel.
"Saya pikir sudah tiba saatnya Greg menjadi kepala eksekutif perusahaan pada akhir tahun," ujar Buffett kepada BBC pada Sabtu (3/5/2025).
"Keputusan untuk menyimpan setiap saham adalah keputusan ekonomi karena saya pikir prospek Berkshire akan lebih baik di bawah manajemen Greg daripada saya," lanjut Buffett.
Buffett sudah memilih Abel sebagai pengganti pada empat tahun lalu. Tetapi ia tidak memberikan indikasi kapan pensiun. Dalam sambutannya, Buffett menegaskan tidak akan menjual saham Berkshire.
Warren Buffett: CEO Berkshire Hathaway & Daftar Perusahaan
Warren Edward Buffett lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Ia merupakan putra satu-satunya dari pasangan Leila dan anggota DPR Amerika Howard Buffett.
Buffett tinggal di rumah yang dibelinya pada tahun 1958 seharga $31.500 di Kawasan Omaha, Nebraska.
Buffett memiliki garis keturunan Perancis dan sering dijuluki “Oracle from Omaha”. Pasalnya, ia dinobatkan sebagai orang terkaya sekaligus menggeser posisi Bill Gates yang telah puluhan tahun terakhir menempati posisi sebagai orang terkaya di dunia.
Ketertarikan Buffet pada bidang saham dan investasi sudah di mulai sejak masih duduk di bangku sekolah, tepatnya di usia 11 tahun.
Ketika berada di New York, ia mengunjugi Bursa Saham New York dan membeli 3 lembar saham perusahaan Utilitas Cities Service, serta membelikan 3 lembar saham untuk kakaknya Dorris Buffet yang merupakan pemilik The Sunshine Lady foundation.
Buffet mulai berinvestasi pada perusahaan ayahnya ketika ia masih SMP dan membeli 16 hektar lahan pertanian untuk disewakan kepada petani. Mengutip laporan Forbes, Buffett telah menyumbangkan sekitar $62 miliar kekayaannya melalui Yayasan Gates dan yayasan anak-anaknya.
Miliader lulusan Magister Sains, Universitas Columbia itu pernah meluncurkan Giving Pledge bersama Bill Gates sebagai wadah para miliader untuk menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk tujuan amal.
Setelah lulus sekolah, Buffett memutuskan untuk melanjutkan studi di University of Nebraska dan meraih gelar pada tahun 1950.
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di Universitas Columbia pada 1951 dan meraih gelar master. Ketertarikannya di Universitas Columbia karena ia mengetahui Benjamin Graham mengajar di sana.
Warren Buffett tercatat menduduki peringkat kelima orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan $168,2 miliar versi Forbes. Tak hanya itu, Buffett juga termasuk dalam investor paling berpengaruh di dunia.
Pria berusia 94 tahun itu sukses mengubah Berkshire dari produsen tekstil yang gagal menjadi konglomerasi senilai $1,16 triliun dengan aset likuid sebesar $300 miliar.
Di bawah kepemimpinannya, Berkshire Hathaway berkembang menjadi perusahaan keuangan ternama. Berkshire Hathaway termasuk perusahaan holding terbesar dan paling beragam di dunia.
Berdasarkan laporan BBC, Berkshire Hathaway memiliki lebih dari 60 perusahaan, termasuk perusahaan asuransi Geico, pembuat baterai Duracell, dan jaringan restoran Dairy Queen.
Perusahaan ini juga memiliki beberapa saham besar di Apple, Coca Cola, Bank of America, dan American Express.
Pada bulan Februari 2024, Berkshire melaporkan laba operasi tahunan ketiga berturut-turut, naik 27%, menjadi $47,44 miliar, menurut The Guardian.
Dalam dunia bisnis, Buffett telah menghadapi banyak kontroversi termasuk investigasi antimonopoli dan kritik dari korban kebakaran setelah utilitas PacifiCorp Berkshire gagal memutus saluran listrik selama badai angin akhir pekan Hari Buruh 2020.
Kegagalan tersebut menyebabkan kebakaran hutan yang mematikan dan menyebar di Oregon dan California utara.
Buffett merupakan seorang penggerak Demokrat yang sudah lama. Dalam pemilihan presiden AS, ia tidak mendukung Kamala Harris pada tahun 2024 atau Joe Biden pada tahun 2020. Diketahui, dia sebelumnya telah mendukung Barack Obama dua kali dan Hillary Clinton.
Pada pengumuman pensiunnya, Buffett menentang tarif Presiden Donald Trump. Ia juga menekankan kepada para investor bahwa AS untuk tidak boleh menggunakan "perdagangan sebagai senjata.
Buffett menilai kebijakan perdagangan Trump telah meningkatkan risiko ketidakstabilan global dengan membuat marah seluruh dunia.
Berikut Profil Warren Buffett:
- Nama asli: Warren Edward Buffett.
- Lahir: 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat.
- Jumlah kekayaan: $168,2 miliar versi Forbes per 3 Mei 2025.
- Jabatan: CEO Berkshire Hathaway.
- Pendidikan: University of Nebraska dan mendapat gelar Master di Universitas Columbia.
- Karier: Pengusaha Amerika Serikat.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































