Menuju konten utama

Profil Wali Kota Prabumulih & Klarifikasi Pencopotan Kepsek SMP

Simak profil lengkap Wali Kota Prabumulih, Arlan, mulai dari perjalanan karier hingga klarifikasi atas pencopotan kepala sekolah SMPN 1.

Profil Wali Kota Prabumulih & Klarifikasi Pencopotan Kepsek SMP
Wali Kota Prabumulih H. Arlan. FOTO/Wikipedia/ kotaprabumulih.go.id

tirto.id - Wali Kota Prabumulih, Arlan menjadi topik hangat media sosial setelah dianggap secara sepihak mencopot Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Prabumulih karena alasan pribadi. Simak profil Arlan berikut.

Pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah dirasa janggal setelah muncul video perpisahan penuh haru dengan para siswa yang diunggah di akun Instagram @smpn1prabumulih. Di kolom komentar, ada yang menyebut jika pencopotan itu karena Roni telah menegur anak Wali Kota yang membawa mobil ke sekolah.

Setelah viral, Wali Kota Arlan memberikan klarifikasi yang membantah pemberitaan tersebut, termasuk meluruskan jika pemanggilan Kepsek SMPN 1 Prabumulih bukan karena anaknya membawa mobil, melainkan untuk kasus yang lain.

Profil Wali Kota Prabumulih H. Arlan

H. Arlan lahir di Ogan Komering Ulu pada 30 Maret 1975. Ia merupakan Wali Kota Prabumulih periode 2025–2030. H. Arlan adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Basri dan Husiah.

Karier politiknya menanjak setelah terpilih bersama Franky Nasril sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih dalam Pilkada 2024. Pasangan ini berhasil mengumpulkan 59.494 suara atau 53,29 persen dari total suara sah, mengalahkan dua pasangan lainnya.

Arlan–Franky maju sebagai pasangan nomor urut 01 yang diusung oleh koalisi besar berisi 11 partai politik, yakni Gerindra, Hanura, PAN, PBB, Ummat, Garuda, PKN, Gelora, Perindo, Buruh, dan PKB. Mereka bersaing dengan pasangan nomor urut 02, Andriansyah Fikri–Syamdakir Amrullah yang diusung oleh PDIP dan PSI, serta pasangan nomor urut 03, Suryanti Ngesti Rahayu–Mat Amin yang diusung Demokrat, PKS, PPP, NasDem, dan Golkar.

Perjalanan pendidikan Arlan dimulai dari SD Negeri Bandar Jaya Umpam (sekarang SDN 74 OKU), tempat ia menamatkan pendidikan dasarnya pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Simpang, namun pindah dan menyelesaikan jenjang tersebut di Kota Prabumulih.

Pendidikan menengah atas ia tempuh di SMA PGRI Kota Prabumulih dan lulus pada tahun 2014. Saat ini, Arlan masih aktif menimba ilmu di jenjang pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum di Universitas Sjakhyakirti Palembang untuk tahun ajaran 2023/2024.

Selain menjadi politisi, Arlan juga dikenal sebagai pengusaha. Ia memulai perjalanan bisnisnya di sektor karet, meskipun sempat menghadapi kegagalan saat usaha yang ia jalankan mengalami kebangkrutan pada tahun 1997.

Di luar sektor perkebunan, Arlan juga merambah dunia konstruksi. Ia sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jaya Abadi Prabu pada periode Agustus hingga Oktober 2017, sebelum kemudian dipercaya menjadi Direktur utama perusahaan tersebut dari Oktober 2017 hingga September 2023.

Selain aktif di dunia usaha, Arlan juga terlibat dalam organisasi kemasyarakatan, di antaranya sebagai anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia kini juga dipercaya menjabat sebagai Dewan Penasehat Partai Gerindra Kota Prabumulih.

Klarifikasi Wali Kota tentang Pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan memberikan klarifikasi tentang pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih. Ia menampik jika telah mencopot dan memindahkan Roni Ardiansyah ataupun penjaga sekolah Ageng Winotoke sekolah lain.

“Masalah berita-berita yang hoaks di media mengatakan pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke sekolah lain. Ini adalah berita hoaks. Saya belum memindahkan pak Roni, saya hanya menegur pak Roni,” ujar H. Arlan dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya @cak.arlan_official.

Arlan menambahkan jika peneguran yang dilakukannya pada Roni adalah karena kasus chat mesum guru olahraga di sekolahnya, bukan karena anaknya yang membawa mobil ke sekolah.

“Lalu berita masalah anak saya, adalah berita hoaks. Anak saya tidak membawa mobil ke sekolah, anak saya diantar,” tegasnya.

Di akhir video, H. Arlan juga meminta maaf pada Roni dan masyarakat Prabumulih jika apa yang dilakukannya ini dianggap salah.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Iswara N Raditya