tirto.id - Kiromal Katibin adalah atlet panjat tebing Indonesia yang kini menduduki peringkat 1 di dunia. Kiromal Katibin ada diurutan teratas panjat tebing nomor speed, menurut laman IFSC.
IFSC (International Federation of Sport Climbing) kembali mengadakan kompetisi panjat tebing internasional tahun ini. Dari raihan poin mengikuti IFSC sementara, Kiromal berhasil merebut posisi pertama dan ditahbiskan sebagai atlet panjat tebing speed nomor 1 di dunia.
Kiromal Katibin saat ini mengoleksi 4.255 poin. Di tempat kedua ada atlet panjat tebing asal Amerika Serikat, Samuel Watson yang mengoleksi 3.684 poin.
Amir Maimuratov, atlet panjat tebing asal Kazakhstan berhasil duduk di peringkat ketiga dengan raihan 3.080 poin. Selain Kiromal, atlet Indonesia lain yang berhasil masuk ranking 10 besar dunia adalah Raharjati Nursamsa yang ada di posisi kedelapan setelah mengoleksi 2.310 poin.
IFSC Climbing World Cup adalah turnamen dunia untuk olahraga panjat tebing, yang terdiri dari beberapa seri kompetisi yang diadakan di berbagai negara setiap tahunnya. Atlet panjat tebing dari seluruh dunia berlaga untuk mengumpulkan poin dan meraih gelar juara umum di akhir musim.
Profil Kiromal Katibin Atlet Panjat Tebing RI No 1 di Dunia
Kiromal Katibin lahir di Batang, Jawa Tengah pada 21 Agustus 2000. Awal ketertarikan Kiromal dengan panjat tebing adalah saat dirinya melihat kompetisi panjat tebing di Batang pada usia tujuh tahun.
Kiromal kemudian berniat untuk menekuni olahraga tersebut dengan berlatih bersama kakaknya. Dan ternyata usahanya tidak sia-sia. Kiromal berhasil mengoleksi banyak medali dari kompetisi-kompetisi yang diikutinya.
Kiki, begitu Kiromal biasa disapa, meraih medali pertamanya saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2011 di Jakarta. Kiki meraih medali dari babak kualifikasi di nomor Lead.
Ia meraih medali internasional senior pertamanya pada tahun 2019, dengan meraih perak di Kejuaraan Asia yang digelar di Bogor.
Nama Katibin mulai mencuri perhatian dunia saat ia memecahkan rekor dunia panjat tebing cepat pada 28 Mei 2021 di ajang IFSC World Cup Salt Lake City, dengan waktu 5,25 detik, mengalahkan rekor sebelumnya milik Reza Alipour (5,48 detik).
Namun, rekor tersebut diambil alih oleh atlet Indonesia lainnya, Veddriq Leonardo, dengan catatan 5,20 detik. Kiki mengakhiri kompetisi dengan medali perak. Ia juga meraih perunggu di World Cup Villars 2021 dan menutup musim itu sebagai peringkat dua dunia.
Tahun berikutnya, Kiki berkali-kali mencetak sejarah dengan memecahkan rekor dunia speed climbing sebanyak lima kali. Ia mencatat waktu 5,17 detik di Seoul, 5,10 detik di Salt Lake City, 5,097 dan 5,04 detik di Villars, serta 5,009 detik di Chamonix.
Torehan ini menjadikannya pemegang rekor dunia dengan catatan waktu tercepat hingga saat itu. Di tahun yang sama, ia juga menyabet medali perak di ajang World Games 2022 di Birmingham, Amerika Serikat.
Namun Kiki harus legowo karena pada April 2023, rekor dunia miliknya lagi-lagi diambil alih oleh Veddriq Leonardo. Veddriq mencatatkan waktu 4,984 detik dan kemudian 4,900 detik dalam IFSC World Cup di Seoul.
Di tahun 2025 ini, Kiki kembali meraih medali emas dalam IFSC Climbing World Cup 2025 yang digelar di Denver, AS. Ia juga mengoleksi dua medali perunggu tahun ini dengan mengikuti kompetisi yang sama di Bali, Wujiang, satu medali perak di IFSC Climbing World Cup 2025 di Innsbruck, Austria.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































