tirto.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo, mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menyiapkan berbagai fasilitas untuk cabang olahraga panjat tebing, termasuk Youth Elite Center di Cibubur yang akan siap digunakan pada Mei 2025 ini.
Hal tersebut merupakan upaya Kemenpora dalam menanggapi permintaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengenai pengembangan sarana dan prasarana untuk cabang olahraga tersebut.
“Pastinya sarana dan prasarana, kita selalu mendorong. Tadi saya sampaikan ke Mbak Yenny Wahid untuk fasilitas di Cibubur Youth Elite Center yang akan segera digunakan, bulan ini sudah bisa digunakan, itu sudah kami bangun fasilitas untuk Boulder, Lead, dan Speed,” kata Dito seusai final cabang Lead di International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2025 Bali, Peninsula Island, Minggu (04/05/2025) malam.
Selain untuk panjat tebing, fasilitas olahraga di Ciracas, Jakarta Timur, juga akan digunakan untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia pada ajang Olimpiade Los Angeles 2028. Ada sejumlah cabor yang diprioritaskan, yakni angkat besi, bela diri, gymnastic, renang, panahan, bulu tangkis, dan panjat tebing.
Atlet yang akan berkompetisi dalam SEA Games 2025 di Thailand juga akan ditempa di tempat tersebut. Ia beralasan, kompetisi tingkat Asia Tenggara tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi olimpiade atau Asian Games di tingkat regional Asia.
Terkhusus panjat tebing, fasilitas wall climbing di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga akan dikembangkan untuk mendukung olahraga ini lebih baik lagi. Setelah kejuaraan dunia di Bali, tim panjat tebing Indonesia akan kembali untuk mengikuti Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Tahap I untuk menghadapi SEA Games 2025 di akhir tahun ini.
Diketahui pula, Kemenpora juga telah mengucurkan dana tahap pertama dan kedua untuk Pelatnas dan penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia tahun 2025. Tahap pertama diberikan kepada cabor dengan kualifikasi Olimpiade sebesar Rp420 miliar, sementara tahap kedua diberikan untuk cabor berpotensi dipertandingkan di Asian Games dan SEA Games sebesar Rp210 miliar.
Rencananya, bantuan tersebut juga akan digulirkan untuk tahap ketiga bagi cabor yang belum pernah meraih medali emas, tetapi memiliki potensi di SEA Games 2025 mendatang. Cabang-cabang tersebut masih dalam tahap reviu oleh Kemenpora.
“Sekarang ada 22 cabang olahraga yang sedang direviu, tapi kami akan melihat hasil keputusan final reviunya. Pasti di bulan-bulan ini, Mei rencananya,” ungkapnya.
Peningkatan fasilitas tersebut juga akan digunakan untuk mengakomodasi Federasi Olahraga Panjat Tebing Internasional (IFSC) yang ingin menjadikan Indonesia tuan rumah piala dunia panjat tebing seri selanjutnya. Sebelumnya, IFSC telah menggelar kejuaraan dunia sebanyak tiga kali di Indonesia, yakni dua kali di Jakarta dan satu kali di Bali.
“Kami mendapat apresiasi yang sangat baik dari Presiden IFSC. Kemarin, saya disampaikan, mereka (IFSC) meminta kita memastikan jadi host lima tahun ke depan,” tutur Dito.
Politikus Partai Golkar ini menilai, cabang panjat tebing tengah mengalami kemajuan yang pesat di Indonesia, terlebih setelah melihat dua anak bangsa, Kiromal Katibin dan Kadek Adi Asih, meraih medali perunggu di Piala Dunia Panjat Tebing Bali 2025 cabang Speed. Dua atlet peraih medali tersebut ditempa untuk regenerasi dan Olimpiade Los Angeles pada 2028.
“Ini performanya sangat baik, menuju Olimpiade 2028. Kita sangat berharap dan juga panjat tebing menjadi salah satu yang kami prioritaskan,” tambahnya.
Sementara itu, cabang Lead juga mencetak prestasi yang bagus di ajang Piala Dunia. Atlet Lead kategori putra, Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang, berhasil masuk ke babak final meskipun belum meraih medali. Atlet kelahiran Sumatera Utara tersebut menoreh catatan sisa waktu 02.18 menit dengan skor 12 dan finish di urutan terakhir dari delapan peserta babak final.
“Ini pertama kalinya untuk Lead kita masuk final. Walaupun belum bisa mencapai puncak, tapi ini progress yang sangat baik,” tutup Dito.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































