tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mendatangi posko pengungsian di Desa Bambel Baru, Aceh Tenggara, Senin (1/12). Dalam kunjungan itu, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry menyampaikan sambutan di hadapan para pengungsi. Ucapannya sempat membuat Prabowo menggelengkan kepala.
Salim membuka pernyataannya dengan menyinggung banjir bandang yang melanda wilayahnya. Ia mengatakan kunjungan presiden memberi penguatan bagi warga yang terdampak bencana. Salim juga menegaskan masyarakatnya tetap mendukung pemerintahan pusat.
Dalam pidatonya, Salim meminta Prabowo memberi perhatian khusus kepada para pengungsi. Ia menyebut kehadiran presiden menjadi harapan bagi warganya di lokasi terdampak. Pernyataannya mendapat respons antusias dari pengungsi yang berkumpul di tenda darurat.
Salim kemudian melontarkan kalimat yang menyebut Prabowo layak menjadi “presiden seumur hidup”. Ucapan itu langsung dibalas Prabowo dengan gelengan kepala. Kunjungan presiden ke Aceh tersebut turut didampingi sejumlah pejabat, termasuk Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.
Profil Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry
Muhammad Salim Fakhry lahir di Aceh Tenggara pada 21 Oktober 1968. Ia merupakan politikus Partai Golkar yang menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara periode 2025-2030. Sebelum menjadi bupati, ia dikenal luas melalui karier panjangnya di legislatif.
Salim pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024. Dalam masa jabatan terakhir, ia bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan. Ia mewakili daerah pemilihan Aceh I dalam pemilihan legislatif tersebut.
Perjalanan politiknya dimulai dari DPRK Aceh Tenggara pada akhir 1990-an. Ia terpilih berturut-turut dalam beberapa periode dan pernah menjabat sebagai wakil ketua serta ketua DPRK. Jabatan-jabatan itu kemudian mengantarkannya ke tingkat nasional.
Di lingkungan partai, Salim memiliki posisi penting di Golkar Aceh Tenggara. Pada 2020, ia terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD II Partai Golkar untuk periode 2020–2025. Ia juga pernah menjabat wakil bendahara umum DPP Golkar pada 2019-2024.
Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 1 Kutacane dan SMPN 1 Bambel. Ia kemudian melanjutkan ke SMAN 5 Banda Aceh dan menyelesaikan studi S1 Manajemen di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan pada tahun 1992. Gelar S2 ia peroleh pada tahun 2003 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha, Jakarta.
Selain berpolitik, Salim aktif di berbagai organisasi daerah. Ia pernah memimpin KNPI Aceh Tenggara, AMPI, dan sejumlah organisasi kepemudaan lain sejak awal 1990-an. Ia juga menjabat Ketua PMI Aceh Tenggara selama delapan tahun.
Kegiatan organisasinya meluas ke lembaga pendidikan dan sosial. Ia menjadi Ketua Harian STAISES Aceh Tenggara selama satu dekade. Selain itu, ia memegang peran sebagai ketua Persatuan Marga Selian dan Ketua IPHI Aceh Tenggara untuk periode 2021–2026.
Dalam pemilu legislatif, Salim beberapa kali terpilih di tingkat DPRK sejak 1997. Pada Pemilu 2014 dan 2019, ia kembali menang untuk kursi DPR RI dari Partai Golkar. Namun pada Pemilu 2024, ia tidak berhasil mempertahankan kursinya meski memperoleh suara lebih tinggi dibanding dua pemilu sebelumnya.
Namanya kembali menjadi sorotan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau pengungsian di Kutacane. Ucapan itu disampaikan di hadapan warga yang berkumpul di lokasi pengungsian. Pernyataannya kemudian mendapat respons presiden yang menegaskan kembali kegiatan peninjauan wilayah banjir yang ia lakukan hari itu.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar profil tokoh dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id
































