Menuju konten utama

Siapa Kepala BNPB & Kenapa Minta Maaf Soal Banjir Sumatra?

Kepala BNPB Suharyanto yang menjadi bahan perbincangan netizen kini menyampaikan permohonan maaf. Berikut profil Kepala BNPB dan alasannya meminta maaf.

Siapa Kepala BNPB & Kenapa Minta Maaf Soal Banjir Sumatra?
Logo BNPB. FOTO/bnpb.go.id

tirto.id - Profil Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto belakangan ini mencuat dalam perbincangan netizen. Lantas, kenapa Suharyanto minta maaf terkait banjir Sumatra?

Banjir di Sumatra pada pekan terakhir November 2025 menimbulkan beragam kerusakan di sejumlah daerahnya. Kepala BNPB Suharyanto sempat menuturkan pernyataan yang kontroversial terkait bencana tersebut dalam konferensi pers hari Jumat (28/11/2025).

Pernyataannya yang menyebutkan bahwa bencana banjir di Sumatra hanya tampak mencekam di media sosial menghasilkan kritik publik. Pasca memeriksa kondisi banjir di Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11/2025), dirinya pun meminta maaf.

Profil Kepala BNPB Suharyanto

Letnan Jenderal Suharyanto merupakan pria yang lahir pada 8 September 1967 di Cimahi, Jawa Barat. Ia merupakan salah satu perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Dirinya bergelut dalam kemiliteran dengan memasuki Akademi Militer. Suharyanto lulus dari akademi tersebut pada 1989 sehingga memperoleh pangkat pertamanya sebagai Letnan Dua.

Ketika berpangkat Letnan Dua hingga Kapten, dirinya sempat menduduki posisi tertentu. Di antaranya menjadi Danton, Danki, Pasi Yonif Linud 612/Modang pada 1989-1998 dan Prabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya pada 2003-2004.

Dirinya baru resmi menjadi Letnan Kolonel (Letkol) saat menjabat sebagai Danyonif 516/Caraka Yudha pada 2004-2005. Setelah itu, pernah pula menjadi Danyonif 500/Raider (2005-2006) dan Dandim 0832/Surabaya (2006).

Ia menjabat jadi Danrem 051/Wijayakarta (2015-2016) ketika berstatus kolonel. Lalu menjadi Karo Kepegawaian Settama BIN pada 2016-2017 dan Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN pada 2017-2018 saat berstatus Brigadir Jenderal (Brigjen).

Suharyanto kemudian menjabat di Kasdam Jaya pada 2018-2019. Dirinya baru dipromosikan menjadi Mayor Jenderal ketika menduduki posisi Sesmilpres Kemensesneg RI pada 2019-2020 dan Pangdam V/Brawijaya pada 2020-2021.

Kini pangkat Suharyanto tercatat sebagai Letnan Jenderal. Dirinya mulai menjabat sebagai Kepala BNPB pada 2021 silam hingga sekarang.

Kenapa Kepala BNPB Minta Maaf Soal Banjir Sumatra?

Kepala BNPB Suharyanto memohon maaf lantaran pernah menyebutkan bahwa banjir di Sumatra hanya terlihat mencekam di media sosial. Pernyataan itu dituturkan pasca Suharyanto membahas banjir yang belum masuk kategori "darurat bencana nasional" pada Jumat (28/11).

Dirinya baru menyadari dampak dari bencana setelah melakukan kunjungan ke Tapanuli Selatan. Ia pun menyampaikan permintaan maaf itu kepada Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan.

“Saya surprise (terkejut), saya tidak mengira sebesar ini. Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” kata Suharyanto setelah melakukan peninjauan di lokasi terdampak banjir di Tapanuli Selatan pada Minggu (30/11).

Sesuai pernyataan di atas, Suharyanto memohon maaf karena tidak menyangka bahwa dampak bencana cukup besar. Ia juga mengaku peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

Ingin membaca lebih banyak berita terbaru seputar profil tokoh hanya melalui laman berikut.

Artikel Tentang Profil

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Indyra Yasmin