tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memuat pernyataan yang memicu polemik publik. Ia sebelumnya mengatakan bahwa banjir dan tanah longsor di Sumatera relatif bisa terkendali sehingga pemerintah tidak menetapkan status Bencana Nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Letjen TNI Suharyanto dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana di Sumatera, yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/11/2025).
Suharyanto mengatakan, status Bencana Nasional tak diterapkan untuk banjir di Sumatera, lantaran situasi di lapangan, sebut dia, ‘tidak mencekam seperti di bamedia sosial (medsos).
Ia juga menggarisbawahi, kesulitan relatif hanya dirasakan untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Namun belakangan, Suharyanto meminta maaf lantaran terkejut dengan situasi di lapangan.
Pernyataan Lengkap Kepala BNPB soal Status Banjir Sumatera & Permintaan Maaf
Kepala BNPB Letjen Suharyanto, sebelumnya menyatakan bahwa banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh relatif terkendali. Situasi di lapangan, kata Suharyanto, tidak mencekam seperti yang digambarkan di medsos.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam, ya, karena berseliweran di media sosial, enggak bisa ketemu, apa. Tapi begitu sampai di sini, sekarang, begitu rekan media tadi hadir di lokasi kemudian tidak hujan,” kata Suharyanto saat menjawab pertanyaan rekan pers dalam taklimat media, Jumat (28/11/2025).
“Coba di Sumatera Utara yang kemarin kelihatannya mencekam, kan, sekarang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah. Yang lain relatif,” tambahnya.
Saat pernyataan itu dilontarkan pada Jumat, BNPB mencatat 174 orang meninggal dunia dan 79 orang hilang akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Aceh.
Meski korban mencapai ratusan saat itu, Suharyanto mengatakan bahwa status Bencana Nasional tidak begitu saja bisa ditetapkan. Pun kata dia, sepanjang sejarahnya, hanya ada 2 kejadian yang berstatus Bencana Nasional.
“Kita tidak perlu diskusi panjang lebar, ya. Yang dimaksud dengan status Bencana Nasional yang pernah ditetapkan di Indonesia itu, kan, Covid-19 sama Tsunami 2004. Hanya 2 itu yang Bencana Nasional,” sebutnya.
“Sementara setelah itu banyak bencana, gempa Palu, gempa NTB, kemudian gempa Cianjur. Mungkin skala korban, kemudian juga kesulitan akses, rekan-rekan media bisa bandingkan saja dengan yang kejadian sekarang ini [banjir di Sumatera],” tambah Suharyanto.
Dari pernyataan itu dibuat hingga hari ini, Senin (1/12/2025), banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat masih berstatus Bencana Daerah. Belakangan pada Senin, jumlah korban meninggal bencana hidrometeorologi di Sumatera bertambah menjadi 442 jiwa dan orang hilang mencapai 402.
“Saya tidak perlu menyampaikan pendapat, apakah perlu tidaknya [status] Bencana Nasional atau Daerah, tapi sekarang statusnya Bencana Daerah tingkat Provinsi. Karena tingkat Provinsi, pemerintah pusat lewat BNPB, TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait, men-support sekuat tenaga dan semaksimal mungkin,” ungkap Suharyanto.
“Buktinya Presiden [Prabowo] sendiri membantu besar-besaran, kemudian TNI Polri mengerahkan alutsista besar-besaran, kami pun mengerahkan segala kekuatan subsidi,” tambah dia.
Permintaan Maaf Kepala BNPB Suharyanto terkait Bencana di Sumatera
Setelah menyatakan bahwa bencana di Sumatera –terutama Sumatera Utara– relatif terkendali, Letjen Suharyanto mengungkapkan permintaan maaf pada Senin (1/12/2025). Suharyanto menyatakan maaf tersebut kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, saat mengunjungi Desa Aek Garoga, Batang Toru.Sebelum itu, Suharyanto menegaskan bahwa bencana di Sumatera Utara relatif terkendali, kecuali di Tapanuli Tengah. Namun belakangan, Suharyanto mengatakan bahwa situasi di Tapanuli Selatan lebih sulit dari yang dibayangkannya dan ia mengaku terkejut dengan hal tersebut.
Terlepas dari hal tersebut, Suharyanto menegaskan BNPB hadir untuk membantu masyarakat. Dalam agendannya hari ini, Suharyanto mengunjungi Tapanuli Selatan hingga Tapanuli Utara.
Selain BNPB, kunjungan ke Sumatera hari ini juga dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungannya itu, Prabowo mengatakan bahwa status yang saat ini berlangsung sudah sesuai. Namun ia akan terus memantau terkait perlu atau tidaknya status Bencana Nasional.
"Kita monitor terus. Saya kira kondisi yang sekarang ini sudah cukup," kata Prabowo, Senin.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































