tirto.id - Masyarakat bisa memantau situasi bencana di Provinsi Aceh melalui situs web yang disediakan oleh pemprov. Pemerintah Aceh resmi membuka akses data kebencanaan melalui portal berikut ini:
Menurut pengamatan, Pemprov Aceh akan memperbarui data tersebut pada akhir hari. Pada Senin (1/12), data yang tersedia terakhir diperbarui pada Minggu (30/11).
Cara Cari Data Bencana di Pintu Aceh
Untuk mencari data bencana di Aceh, simak cara berikut ini:
1. Akses link di atas melalui HP/laptop.
2. Pilih "topik" kemudian di sebelah kiri ada pilihan "bencana alam".
3. Anda akan infografik bencana di Aceh.
4. Di bagian atas ada menu "dashboard kab/kota" untuk menemukan peta Provinsi Aceh.
4. Pilih peta wilayah yang ingin Anda lihat datanya.
5. Letakkan kursor pada kabupaten/kota kemudian akan muncul data jumlah pengungsi, KK terdampak, jumlah orang meninggal, dan jumlah orang hilang.
Ini merupakan sebuah layanan daring yang menampilkan informasi terkini terkait jumlah pengungsi, korban jiwa, serta kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di berbagai kabupaten/kota.
Juru Bicara Posko Satgas Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan penyediaan data terbuka ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi serta mempercepat koordinasi antarinstansi dalam penanganan darurat.
“Seluruh data resmi terkait pengungsi, korban jiwa, dan kerusakan kini dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui portal tersebut. Pemerintah Aceh ingin memastikan informasi yang beredar akurat, terverifikasi, dan mudah dijangkau,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa portal tersebut menampilkan data yang diperbarui secara berkala berdasarkan laporan lapangan dari BPBA, pemerintah kabupaten/kota, instansi teknis, serta unsur TNI dan Polri.
Informasi mencakup rincian sebaran titik bencana, jumlah warga terdampak, kondisi korban, serta kategori kerusakan terhadap rumah, jembatan, fasilitas umum, dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Ini menjadi rujukan resmi bagi publik, media, dan lembaga kemanusiaan untuk memantau perkembangan terbaru. Pendekatan ini juga membantu meminimalkan informasi keliru atau tidak terbukti yang sering beredar saat masa darurat,” katanya.
Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat untuk menggunakan portal tersebut sebagai sumber informasi resmi pada setiap kejadian bencana, terutama di masa peningkatan potensi bencana hidrometeorologi menjelang akhir tahun.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























