Menuju konten utama

Rusia Ikut Belasungkawa atas Bencana Sumatera, Cek Update Korban

Presiden Vladimir Putin menyampaikan duka cita atas bencana banjir di Sumatera. Jumlah korban makin bertambah sampai saat ini. Simak update berikut ini.

Rusia Ikut Belasungkawa atas Bencana Sumatera, Cek Update Korban
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam kunjungan kenegaraan di Istana Konstantine Novsky, St. Petersburg, Rusia, Kamis (19/6/2025). Dalam pertemuan bilateral tersebut keduanya mendeklarasikan kerja sama strategis antara Indonesia dan Rusia. ANTARA FOTO/Genta Tenri Mawangi/app/nz

tirto.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa terkait bencana banjir Sumatera. Hal tersebut disampaikan Putin untuk Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia di media sosial resminya.

"Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya banyak korban jiwa serta kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera," kata Putin.

Selain itu, Putin menyampaikan bahwa negaranya turut menyampaikan duka cita bagi pada korban. Ia berharap berbagai wilayah yang mengalami dampak dari bencana ini bisa segera kembali pulih.

"Rusia turut berduka cita bersama mereka yang kehilangan keluarga dan kerabat dalam musibah alam ini, serta berharap daerah-daerah yang terdampak dapat secepatnya pulih kembali pada kehidupan normal, aman dan sejahtera," tambahnya.

Update Korban Bencana Banjir Sumatera

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (30/11) malam, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 442 orang dan 402 masih hilang. Mereka adalah korban banjir ataupun tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tim SAR gabungan saat ini masih berupaya mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik hingga membuka akses menuju wilayah yang terdampak. Tim ini terdiri dari personel BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan rincian data korban di ketiga wilayah terdampak bencana tersebut.

Korban meninggal dunia paling banyak ada di Sumatera Utara dengan 217 orang. Korban ini ditemukan tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Jumlah korban hilang meningkat menjadi 209 orang. Para korban telah dilaporkan pada tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto dikutip laman BNPB.

Adapun jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa. Rinciannya antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, dan 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan. Ditambah pula keberadaan pengungsi sebanyak 4.456 orang di Kota Sibolga, 2.200 orang di Humbang Hasundutan, dan 1.378 orang di Mandailing Natal.

Di sisi lain, korban meninggal akibat bencana di Aceh mencapai 96 orang, ditambah 75 lainnya masih dicari keberadaannya. Di sana terdapat sekitar 66 ribu KK yang mengungsi.

Para korban ini tersebar di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Adapun di Sumatera Barat tercatat ada ratusan orang meninggal dunia dan dalam pencarian. Jumlah korban terluka sebanyak 16 orang.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Para korban ditemukan tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Sementara jumlah pengungsi ada 11.820 KK yang setara 77.918 orang yang kebanyakan ada di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yantina Debora