Menuju konten utama

Profil Lengkap Uus Kuswanto Sekda DKI Jakarta yang Baru Dilantik

Simak profil Uus Kuswanto, Sekda DKI Jakarta, yang baru saja dilantik. Ketahui pula rekam karier, pendidikan, hingga kekayaan eks Wali Kota Jakbar ini.

Profil Lengkap Uus Kuswanto Sekda DKI Jakarta yang Baru Dilantik
Uus Kuswanto yang kini dilantik menjadi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta. (FOTO/barat.jakarta.go.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Uus Kuswanto baru saja dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta pada Senin (1/12/2025). Berikut rekam jejak Uus yang pernah jadi Wali Kota Jakarta Barat itu.

Penunjukkan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta itu dilakukan setelah posisi tersebut dilepaskan Marullah Matali yang resmi memasuki masa pensiun pada 27 November 2025.

Pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta dilakukan di Balai Kota Jakarta. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

"Hari ini saya melantik Bapak Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025, ditandatangani tanggal 21 November," tutur Pramono, dikutip dari Antara.

Dalam pemerintahan di Jakarta, Uus Kuswanto bukan nama baru. Karier profesionalnya banyak dihabiskan menjadi birokrat di lingkungan DKI Jakarta. Berikut profil lengkap Uus Kuswanto yang baru saja dilantik sebagai Sekda DKI Jakarta.

Sosok Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto, Pendidikan, & Karier

Sebelum ditunjuk Pramono Anung jadi Sekda DKI Jakarta, Uus Kuswanto lebih dulu dikenal sebagai birokrat di lingkungan DKI Jakarta. Berbagai jabatan pernah ia emban, dari lurah, camat, hingga wali kota.

Uus merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 1995. Setelah lulus, ia meniti karier dari bawah hingga kemudian ditunjuk sebagai Lurah Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat pada 2005.

Dari Kampung Rawa, Uus lalu dimutasi ke Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, juga sebagai lurah.

Setelah itu kariernya sebagai bagian dari birokrasi DKI Jakarta terus meningkat seiring waktu.

Uus sempat menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Sawah Besar, sebelum ditunjuk jadi wakil camat di Menteng dan Kemayoran.

Rekam jejaknya sebagai wakil camat itu lalu membuatnya ditarik Pemerintah Kota Jakarta Barat. Pada 2014, ia ditunjuk jadi Kepala Bagian di Biro Pendidikan dan Mental Spiritual di sana.

Setahun berselang pada 2015, ia dimutasi jadi Kepala Bagian Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat.

Uus sempat menjadi Camat Kalideres setelahnya, sebelum ditarik jadi Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Administrasi Jakarta Barat masa 2016-2017.

Rekam jejak di Dinas Pertamanan dan Pemakanan itu lalu membuat Uus ditarik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia merupakan Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta pada 2017-2019.

Pada 2019, Uus kemudian dilantik jadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur yang kala itu kosong. Setahun menjabat sebagai wakil, Uus lalu dijadikan Wali Kota Administrasi Jakarta Barat pada 2020.

Pada 2022, Uus sempat ditunjuk jadi penjabat (Pj.) Sekda DKI Jakarta oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta kala itu, Heru Budi Hartono. Kini, ia secara definitif dilantik jadi Sekda DKI Jakarta.

Kekayaan Uus Kuswanto Sekda DKI Jakarta yang Baru Menurut LHKPN

Pernah menjabat di berbagai jabatan strategis di pemerintahan DKI Jakarta, Uus Kuswanto melaporkan hartanya beberapa kali melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Uus Kuswanto melaporkan hartanya setidaknya mulai pada 2016, ketika ia menjabat Camat Kalideres. Kala itu, Uus melaporkan total kekayaan senilai Rp607 juta.

Setahun kemudian, pada 2017, Uus yang sudah jadi Sekretaris Dinas Kehutanan, melaporkan total hartanya senilai Rp2,8 miliar.

Sejak saat itu, Uus terus melaporkan harta kekayaannya yang meningkat seiring waktu. Terbaru adalah pada 2024, ia melaporkan kepemilikan harta senilai Rp5,6 miliar.

Dalam LHPN yang ia laporkan, kekayaan terbesar Uus pada 2024 itu berbentuk tanah dan bangunan. Ia melaporkan kepemilikan 5 aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp5,9 miliar. Aset ini tersebar di Tangerang dan Ciamis.

Kemudian, pos kekayaan terbesar berikutnya adalah kendaraan. Uus melaporkan memiliki 3 kendaraan pada 2024, yakni 2 sepeda motor dan 1 mobil dengan total nilai Rp424 juta.

Uus juga melaporkan kepemilikan harta berupa kas dan setara kas dengan nilai Rp114 juta, juga kekayaan berjenis harta bergerak lainnya senilai Rp100 juta.

Total kekayaan Uus itu sebenarnya mencapai Rp6,6 miliar, namun utang sebesar Rp930 juta membuat total kekayaan yang ia laporkan tahun 2024 adalah senilai Rp5,6 miliar.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan