tirto.id - Profil Wali Kota, Benyamin Davnie, Tangerang Selatan (Tangsel) disorot usai dugaan laporan keuangan fantastis pemerintah daerah diungkap warga.
Laporan keuangan fantastis tersebut bermula dari seorang warga Tangsel, Leony Vitria Hartanti, yang mempertanyakan rincian alokasi anggaran pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tangsel 2024.
Melalui unggahan di media sosial Instagram, Leony menyoroti sejumlah pos anggaran dalam dokumen itu, seperti belanja konsumsi senilai Rp77,97 miliar, pakaian senilai Rp3,73, serta perjalanan dinas senilai Rp117 miliar.
Unggahan itu kemudian membuat Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, memberikan klarifikasi pada Rabu (24/9/2025). Dalam klarifikasinya itu, Benyamin Davnie menjabarkan rincian penggunaan anggaran yang disorot dalam LKPD 2024 itu.
“Semua penggunaan anggaran diawasi DPRD, Inspektorat, BPKP, serta forum konsultasi publik. LKPD ini juga sudah diaudit BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," katanya.
Namun, sorotan tak hanya mengarah ke anggaran LKPD Tangsel 2024, melainkan pula ke sosok Wali Kota Tangsel tersebut.
Belakangan, Benyamin Davnie disorot atas kepemilikan jam tangan mewah bermerek Rolex. Berdasarkan unggahan akun Instagram @luckchan, Benyamin kedapatan memiliki dua jam tangan Rolex yang ditaksir bernilai hingga Rp448,6 juta.
Lantas, bagaimana rekam jejak Benyamin Davnie itu, seberapa besar kekayaannya?
Profil Wali Kota Tangsel Benjamin Davnie & Karier
Lahir di Pandeglang pada 1 September 1958, Benyamin Davnie dikenal sebagai politikus yang menjabat sebagai kepala daerah Tangerang Selatan sejak wilayah itu memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang.
Jauh sebelum dikenal sebagai kepala daerah Tangsel, Benyamin memulai kariernya sebagai tenaga kerja sukarela di Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dari sana, ia kemudian menjadi Staf Pelaksana dan Kasubag Kependudukan Bagian Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran itu kemudian terpilih sebagai Camat Ciledug dan Cisoka pada 1988.
Sempat menjadi Kepala Bagian Humas Kabupaten Tangerang pad 1991, Benyamin kemudian terpilih menjadi Camat Cisoka pada 1993 dan Camat Tigaraksa pada 1995.
Memasuki periode milenium baru, Benyamin menjabat sejumlah posisi di Pemkab Tangerang pada 1998-2002. Jabatan itu termasuk Kabag. Tata Pemkab. Tangerang, Kabag. Bina Wilayah, Kabag. Organisasi, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Asisten Daerah Tata Pradja (ASDA 1), Kepala BAPEDA Kabupaten Tangerang.
Ketika wilayah Tangerang Selatan memekarkan diri dari Kabupaten Tangerang pada 2010, Benyamin mencoba peruntungannya ikut dalam pemilu kepala daerah di sana.
Lewat Partai Golkar, Benyamin maju sebagai calon wakil wali kota dalam Pilkada Tangsel 2010. Kala itu, ia mendampingi Airin Rachmi Diany sebagai calon Wali Kota Tangsel.
Pasangan itu terpilih dalam Pilkada Tangsel 2010. Sejak itu, nama Benyamin Davnie tidak pernah absen dari pucuk kekuasaan Kota Tangsel hingga kini.
Benyamin jadi Wakil Wali Kota Tangsel selama dua periode kepemimpinan Airin Rachmi, membuat mereka berdua menjabat dalam kurun waktu 10 tahun.
Kemudian, ketika Airin Rachmi tak bisa lagi mencalonkan diri sebagai wali kota, giliran Benyamin yang menggantikannya. Pada Pilkada Tangsel 2020, Benyamin maju sebagai calon Wali Kota Tangsel.
Benyamin yang berpasangan dengan Pilar Saga Ichsan lalu memenangkan Pilkada Tangsel 2020 dan resmi dilantik jadi Wali Kota Tangsel.
Setelah habis masa jabatannya, Benyamin dan Pilar Sagar Ichsan kembali maju dalam Pilkada Tangsel 2024. Pasangan ini kembali menang dalam Pilkada membuat keduanya kini menjalani periode kedua masa kepemimpinan di Kota Tangsel.
Harta Kekayaan Benjamin Davnie Walkot Tangsel di LHKPN
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Benyamin Davnie melaporkan total kekayaan mencapai Rp6 miliar pada 2025 ketika awal menjabat sebagai Wali Kota Tangsel.
Total kekayaan Benyamin itu paling besar berasal dari aset tanah dan bangunan yang ia miliki dengan total nilai mencapai Rp4,35 miliar.
Harta berupa tanah dan bangunan milik Benyamin itu berasal dari tiga aset hasil sendiri dan satu aset warisan yang tersebar di wilayah Tangsel.
Kemudian, alokasi kekayaan Benyamin terbesar kedua setelah tanah dan bangunan adalah harta berupa kas dan setara kas yang bernilai mencapai Rp1,03 miliar.
Benyamin juga melaporkan memiliki empat mobil dengan total Rp660 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp170 juta, dan utang senilai Rp116 juta.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































