tirto.id - Aurelie Moeremans dikenal publik sebagai aktris yang telah membintangi sejumlah film dan serial televisi Indonesia. Perempuan kelahiran 8 Agustus 1993 (usia 33 tahun pada 2026) ini memulai karier di dunia hiburan sejak usia muda.
Saat masih duduk di bangku SMP, Aurelie perlahan membangun reputasi sebagai model dan aktris di berbagai genre, mulai dari drama hingga thriller.
Pada 2025, Aurelie mengambil langkah besar dengan merilis sebuah buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, yang kemudian banyak dibicarakan di media sosial.
Buku ini menandai pergeseran peran Aurelie, dari sekadar figur publik di layar menjadi penutur pengalaman personal yang sensitif dan traumatis.
Profil Aurelie Moeramans
Aurelie lahir di Brussels, Belgia, negara di Eropa Barat. Ayahnya orang Belgia sementara ibunya merupakan orang Indonesia. Aurelie tinggal di Belgia sampai ia remaja dan pindah ke Indonesia untuk memulai karier.
Aurelie mengawali karier di dunia hiburan sejak 2010 dengan mengikuti ajang pencarian bakat sebagai model. Setelah itu ia banyak membintangi iklan, sinetron, hingga film.
Ia dikenal sebagai figur publik yang relatif tertutup soal kehidupan personal, terutama sebelum menerbitkan karya tulisnya.
Latar pendidikannya tidak banyak diekspos ke publik, namun karier profesionalnya berkembang melalui pengalaman langsung di industri film dan televisi.
Aurelie membintangi sejumlah judul film dan serial Indonesia, dengan peran yang beragam. Ia dikenal lewat beberapa film layar lebar populer serta sinetron dan serial digital yang tayang di televisi maupun platform streaming.
Konsistensinya di dunia akting menjadikannya salah satu aktris yang cukup stabil eksistensinya dalam industri hiburan Tanah Air.
Aurelie dan Broken Strings
Lewat sejumlah pernyataan di akun Instagram pribadinya, Aurelie menyebut Broken Strings sebagai upaya untuk menyuarakan pengalaman hidup yang selama bertahun-tahun ia simpan sendiri.
Respons pembaca datang dari berbagai latar belakang, termasuk penyintas kekerasan, orang tua, dan pendidik. Banyak yang mengaku menemukan refleksi atas pengalaman mereka sendiri dari kisah yang dituliskan Aurelie.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri," tulis Aurelie, tentang Broken Strings di Instagram, Sabtu (3/1).
Ia menyebut buku itu ditulis tanpa romantisasi dan dari sudut pandang korban. Hingga berita ini ditulis, Broken Strings sudah dibaca puluhan ribu orang.
Sinopsis Buku Broken Strings
Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth berangkat dari pengalaman pribadi Aurelie Moeremans saat masih remaja, ketika ia terlibat dalam hubungan yang kemudian ia sadari sebagai relasi yang tidak setara dan sarat manipulasi.
Dalam buku ini, Aurelie menceritakan bagaimana relasi tersebut bermula dari perhatian dan kedekatan emosional, lalu berkembang menjadi kontrol dan tekanan psikologis.
Ia menggambarkan proses grooming, manipulasi, hingga kekerasan emosional yang perlahan mengikis rasa percaya diri dan kebebasan.
Alih-alih berfokus pada detail sensasional, Broken Strings lebih banyak menyoroti dampak jangka panjang dari relasi abusif, termasuk kebingungan, rasa bersalah, dan kesulitan memulihkan diri.
Pada bagian akhir, Aurelie menuliskan fase ketika ia mulai mengambil jarak, mengenali luka yang dialaminya, dan perlahan membangun kembali kendali atas hidupnya sendiri.
Buku ini tidak diposisikan sebagai karya fiksi, melainkan sebagai kesaksian personal. Aurelie juga memilih untuk membagikannya secara gratis melalui tautan yang tersedia di bio akun Instagram miliknya, dengan tujuan memperluas akses dan mendorong pembaca lain untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi.
Broken Strings tidak hanya menjadi catatan personal Aurelie Moeremans, tetapi juga bagian dari diskusi yang lebih luas tentang pengalaman korban, keberanian untuk bersuara, dan pentingnya ruang aman bagi penyintas.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































