tirto.id - Ibunda Raisa Andriana, Ria Mariaty berpulang pada Sabtu (29/11) pukul 07.19 WIB di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Ria meninggal karena sakit kanker paru-paru yang menyerang sejak Desember 2024.
Kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama menyampaikan kabar duka ini melalui akun IG @rinaldinurpratama. Ria Mariaty akan dimakamkan di Rumah Duka daerah Cinere, Jakarta Selatan.
"Telah berpulang ke Rahmatullah: istri tercinta, ibu tersayang, Ria Mariaty Binti Rachmat Ardiwinangoen," demikian tertulis di posting IG kakak kandung Raisa, dikutip Sabtu (29/11).
Profil Ria Mariaty dan Riwayat Sakit Kanker
Ria Mariaty lahir pada 7 Juli 1960 (meninggal di usia 65 tahun). Ia yang berdarah Sunda menikah dengan Allan Nurichsan Rachman yang memiliki garis keturunan Belanda.
Pernikahan Ria dan Allan dikaruniai dua orang anak sepasang putra putri yaitu Rinaldi Nurpratama dan Raisa Andriana.
Ria didiagnosis menderita kanker pada Desember 2024. Rinaldi, kerap posting kondisi kesehatan ibunda melalui Instagram Story dan Reels.
Sakit yang dialami Ria bermula dari batuk yang tak kunjung sembuh pada akhir 2024. Setelah beberapa kali ke RS, Ria dinyatakan mengidap tuberkulosis (TBC) dan menjalani rawat inap selama 2 pekan.
Setelah pulang, kondisi Ria tak kunjung membaik. Ia mengalami mual, muntah, perut kembung, hingga pusing selama tiga hari hingga keluarga memutuskan untuk membawa Ria kembali ke RS.
Pada Desember 2024, setelah menjalani serangkaian tes, dokter menyatakan Ria mengidap kanker paru-paru stadium empat dan sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh.
Ria kemudian menjalani kemoterapi. Setelah beberapa bulan kondisi Ria sempat membaik. Namun pada September 2025 lalu, Ria mengalami sesak napas dan kembali dilarikan ke rumah sakit.
Setelah 5 hari tidak ada peningkatan, Ria masuk Unit Perawatan Intensif Tingkat Tinggi (HCU) dan dipasang ventilator untuk membantu pernapasan yang terus memburuk.
Ria mulai menjalani pengobatan intensif di RS Dharmais pada 25 September. Ria harus memakai ventilator dan berjuang melawan sakitnya.
"Setiap hari Ibu bersemangat menjalani radioterapi dan tindakan medis untuk melawan penyakitnya. Dalam 38 tahun saya hidup melihat Ibu, inilah perjuangan terhebatnya. Ibu ga mau kalah, Ibu mau menang," tulis Rinaldi.
Posting terakhir Rinaldi tentang Ria tertanggal 5 November lalu saat ia menampilkan video sedang memegang tangan ibundanya sembari menuliskan kata-kata indah untuk Ria.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id
































