Menuju konten utama

Profil Abu Janda alias Permadi Arya & Kontroversinya

Sosok Abu Janda alias Permadi Arya yang videonya viral di media sosial. Ia terekam berkata kasar di live televisi hingga diusir moderator.

Profil Abu Janda alias Permadi Arya & Kontroversinya
Abu Janda. ANTARA/Livia Kristianti.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Video penampilan Abu Janda alias Permadi Arya saat menjadi salah satu narasumber di program “Rakyat Bersuara” iNews TV viral. Publik dibuat geram dengan sikap Abu Janda yang kontroversial hingga diusir oleh pembawa acara sekaligus pemimpin redaksi iNews, Aiman Witjaksono.

Program “Rakyat Bersuara” yang tayang pada Selasa, 10 Maret 2026 mengambil tema “Perang AS-Israel Vs Iran Meluas, Kita Harus Bagaimana?”.

Selain Abu Janda, beberapa narasumber yang diundang adalah aktivis Pro-Palestina Muhammad Husein, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari, pakar ekonomi Prof. Ferry Latuhihin, mantan dubes Indonesia untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti, dan pengamat politik Boni Hargens.

Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Abu Janda berada di posisi pro-pemerintah yang mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dengan Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.

Abu Janda mengeluarkan statement-statement yang kontroversial terkait Israel.

“Untuk mewujudkan perdamaian, kita harus menjamin keamanan Israel. Itu adalah pernyataan terukur dan Pak Prabowo ngerti sejarah,” ucapnya.

Namun, yang lebih kontroversial adalah ketika ia beradu argumen dengan Feri Amsari tentang peran Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia. Menurut Feri, bangsa Indonesia mempunyai hutang kepada rakyat Palestina karena saat merdeka, crazy rich Palestina menyumbang untuk Indonesia.

Mendengar itu, Abu Janda langsung memotong dengan mengatakan jika Indonesia tidak punya hutang apapun pada Palestina. Kemudian mereka terlibat aksi adu mulut. Feri mengingatkan Aiman jika Abu Janda telah melanggar etika dan harus diusir.

Aiman berusaha menengahi pertikaian tersebut, namun ketika Abu Janda bersikap seolah di luar kendali, Aiman akhirnya mengambil sikap untuk mengusirnya.

“Kalau Anda tidak bisa tertib, keluar!” ucap Aiman dengan nada tinggi.

Profil Abu Jandi alias Permadi Arya

Permadi Arya, yang juga dikenal dengan nama Heddy Setya Permadi atau Abu Janda, adalah seorang influencer yang lahir pada 14 Desember 1973 di Cianjur, Jawa Barat.

Ia dikenal luas di dunia maya karena sering berpendapat soal isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan intoleransi, radikalisme, dan kebebasan beragama di Indonesia.

Abu Janda sering mengomentari berbagai peristiwa seperti pembubaran kegiatan ibadah, penolakan pembangunan rumah ibadah, serta perusakan tempat ibadah milik kelompok minoritas.

Aktivitasnya di media sosial membuat namanya cukup dikenal di ruang publik digital, terutama karena ia sering menanggapi kasus-kasus yang viral.

Dalam bidang pendidikan, Abu Janda pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatic IT School di Singapura pada tahun 1997, kemudian melanjutkan studi di bidang Business & Finance dari University of Wolverhampton di Inggris pada tahun 1999.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia sempat bekerja di berbagai sektor industri. Antara tahun 1999 hingga 2015, Abu Janda bekerja sebagai karyawan di beberapa perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga perusahaan tambang batu bara.

Namanya semakin viral ketika pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019 ia bergabung sebagai pegiat media sosial dalam tim pendukung Joko Widodo.

Sejak saat itu, aktivitasnya di dunia digital semakin intens dan sering menimbulkan perdebatan publik karena pernyataan yang kontroversial.

Kontroversi Abu Janda alias Permadi Arya

Permadi Arya sering menjadi sorotan karena pernyataan kontroversial di media sosial maupun debat publik. Berikut beberapa kontroversi Abu Janda:

1. Kasus “Islam Arogan”

Abu Janda memicu kemarahan publik setelah menulis di Twitter bahwa “Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu Sunda Wiwitan… Islam arogan” dalam debat dengan tokoh lain.

Pernyataan ini dianggap menyinggung umat Islam dan membuatnya dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian pada 29 Januari 2021.

2. Dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai

Ia juga dilaporkan karena twit kepada Natalius Pigai yang berbunyi kira-kira “Sudah selesai evolusi belum?”, yang dianggap bernada rasis terhadap orang Papua. Kasus ini juga dilaporkan oleh organisasi pemuda ke polisi pada Januari 2021.

3. Pernyataan soal konflik Israel-Palestina

Abu Janda beberapa kali memicu kontroversi karena sikapnya terhadap konflik Palestina, misalnya menyebut Hamas sebagai organisasi teroris, bukan pejuang kemerdekaan Palestina. Pernyataan ini memicu kritik dari banyak pihak di Indonesia yang umumnya pro-Palestina.

4. Dikenal sebagai “buzzer politik”

Ia pernah mengakui menjadi influencer atau buzzer dalam kampanye Pemilu 2019 untuk mendukung Joko Widodo. Pengakuan tersebut memicu kritik karena dianggap bagian dari politik buzzer yang menyerang lawan politik di media sosial.

5. Kontroversi komentar tentang agama dan kelompok tertentu

Beberapa pernyataannya di media sosial sering memicu polemik, misalnya kritik keras terhadap kelompok Islam konservatif dan komentar terkait LGBT, agama, atau minoritas yang dianggap provokatif. Hal ini membuatnya berkali-kali menjadi sasaran kritik publik.

6. Isu jabatan di BUMN

Pada 2025 sempat viral kabar bahwa Abu Janda menjadi komisaris di perusahaan anak BUMN jalan tol, namun perusahaan terkait kemudian menyatakan kabar itu tidak benar.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra