tirto.id - Pria berinisial A tewas setelah menjadi korban pembacokan di Pedongkelan 8, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam posisi duduk dengan wajah tersandar pada pagar rumah warga dalam keadaan tak bernyawa. Darah terlihat berceceran di sekitar lokasi kejadian.
Korban mengenakan kaus lengan panjang berwarna hitam dengan celana pendek belang. Sejumlah warga tampak mengerumuni lokasi sambil membicarakan insiden tersebut.
Sementara itu, sejumlah petugas polisi dari Polres Metro Jakarta Barat dan tim INAFIS masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebelum akhirnya korban dievakuasi.
Seorang warga di lokasi bernama Husein (50) mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Jadi saya lagi kerja tuh, tiba-tiba ada yang teriak. Pas saya cek, ternyata ada kejadian (pembacokan). Tadi sih saya lihatnya saat sudah berdarah, enggak tau persis kejadiannya," kata pria yang bekerja di bengkel kayu samping lokasi korban dibacok, mengutip Antara, Senin (4/5/2026).
Menurut Husein, korban awalnya pulang membeli pulsa untuk ponsel. Insiden pembacokan itu terjadi saat korban hendak kembali ke tempatnya bekerja, yakni toko roti yang juga tak jauh dari lokasi insiden.
"Infonya dia ini lagi pulang beli pulsa, terus kejadian dah tuh," tutur Husein.
Korban rupanya baru kembali dari kampung halamannya di Pandeglang pada Minggu (3/5) malam, setelah beberapa waktu berlibur.
"Jadi, baru semalam pulang dari kampung. Dia udah kerja lama di toko roti, tapi pulang kampung. Nah, baru semalam balik ke sini," katanya.
Husein mengatakan saat melihat korban tergeletak dalam keadaan bersimbah darah, tak ada satu pun warga yang berani menyentuh korban.
"Enggak ada yang berani menyentuh. Polisi kemudian datang sekitar satu jam kemudian, baru korban dievakuasi," kata dia.
Husein menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan masalah pribadi antara korban dan pelaku.
"Dugaannya mungkin ada dendam, soalnya kejadiannya tiba-tiba siang hari," tukas Husein.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































