Menuju konten utama

Presiden Peru Jose Jeri Dimakzulkan Gegara Chifa Gate

Skandal Chifa Gate membuat Presiden Peru Jose Jeri dimakzulkan dari jabatan yang belum lama diembannya itu.

Presiden Peru Jose Jeri Dimakzulkan Gegara Chifa Gate
Presiden sementara Peru yang dimakzulkan, Jose Jeri (C), memberi isyarat dengan kabinetnya di latar belakang saat mereka berjalan keluar dari Istana Pemerintah di Lima pada 17 Februari 2026. AFP/Connie FRANCE
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Peru José Jerí dimakzulkan setelah empat bulan menjabat. Pemakzulan Jerí terjadi karena skandal "Chifa Gate". Instabilitas politik Peru terus berlanjut.

Seturut CNN, pemakzulan itu dilakukan Kongres Peru pada Rabu (18/2/2026), usai Kongres menyetujui mosi kecaman terhadap Jerí hasil 75 suara berbanding 24 suara.

"Para ketua menyatakan jabatan Presiden Kongres Republik kosong, dan akibatnya, jabatan Presiden Republik juga kosong," tutur penjabat ketua kongres, Fernando Rospigliosi.

Imbas pemakzulan ini, berbagai blok politik di Peru dilaporkan akan segera bertemu guna menyepakati daftar calon Presiden Kongres. Hal ini digunakan guna menyelenggarakan pemungutan suara legislatif untuk menentukan presiden sementara berikutnya.

Pemakzulan José Jerí ini menandai perubahan Presiden Peru ke-7 dalam rentang waktu satu dekade terakhir. Sebelumnya, Jerí baru saja menjabat pada Oktober 2025 lalu. Namun, skandal "Chifa Gate" membuatnya dimakzulkan setelah empat bulan berselang.

Penyebab Presiden Peru José Jerí Dimakzulkan

"Chifa Gate" yang menjadi dasar pemakzulan José Jerí merupakan skandal politik ketika Presiden Peru ke-65 itu diduga mengadakan pertemuan tak resmi dengan pengusaha asal Cina. "Chifa" merupakan makanan hasil akulturasi kuliner Cina dan Peru.

Dalam skandal Chifa itu, José Jerí diduga melakukan pertemuan mencurigakan dengan pengusaha Zhihua Yang. Pertemuan keduanya terungkap ketika José Jerí tampak di sebuah kamera pengawas, tengah memakai hoodie guna menutupi identitasnya.

Jerí kemudian mengakui bahwa rekaman kamera CCTV itu betulan dirinya dan pertemuan antara dirinya dengan Zhihua Yang betulan terjadi. Akan tetapi, ia membantah bahwa telah terjadi pertemuan ilegal.

Ia mengungkapkan bahwa Zhihua Yang tidak meminta bantuan atau dukungan apa pun darinya dalam pertemuan itu.

Pertemuan José Jerí dan Zhihua Yang sendiri kedapatan terjadi dalam, setidaknya, dua kali. Kedua pertemuan tersebut juga tak tercatat dalam catatan presiden.

Pertemuan pertama terjadi pada 26 Desember 2025 lalu, José Jerí tampak mengenakan hoodie pada pertemuan ini. Kemudian, pertemuan kedua terjadi pada 6 Januari di sebuah toko barang Tiongkok. José Jerí terlihat mengenakan kacamata hitam ketika datang.

Pada Januari lalu, Presiden Peru ke-65 itu kemudian mengakui pertemuan tersebut. Ia pun meminta maaf atasnya, sambil membantah telah melakukan sesuatu yang ilegal.

“Saya mengakui kesalahan saya dan secara terbuka meminta maaf karena melakukan hal yang saya lakukan, berkerudung [hoodie], dan karena hal ini telah menimbulkan kecurigaan dan keraguan tentang perilaku saya dan menghasilkan terciptanya segala macam cerita yang tidak nyata, yang tidak memiliki dasar apa pun,” katanya.

Meski begitu, Yang disebut merupakan salah pebisnis yang diberikan konsesi bisnis di Peru untuk proyek energi. Pertemuannya dengan Presiden Peru secara tak resmi kemudian meningkatkan kekhawatiran atas penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan.

Terlebih, seturut BBC, ada seorang warga negara Cina lain yang ikut dalam pertemuan itu. Orang tersebut diduga merupakan tahanan rumah dalam kasus jaringan kayu ilegal.

Selain dugaan penyalahgunaan wewenang, skandal "Chifa" juga terjadi di tengah situasi diplomasi Peru yang runyam. Para analis menyebut Negeri Para Inka ini sedang terjepit di tengah dua kekuatan ekonomi yang saling berhadapan, yakni Cina dan Amerika Serikat (AS).

Cina sejauh ini menjadi salah satu mitra dagang terbesar negara tersebut. Sementara itu, AS mulai memperingatkan Peru atas membesarnya pengaruh Cina di Lima. Skandal "Chifa Gates" dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi tersebut.

Baca juga artikel terkait PERU atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar