Menuju konten utama

Trump Cabut Kebijakan Bahaya Efek Rumah Kaca, Apa Dampaknya?

Pemerintahan Donald Trump mencabut kebijakan terkait bahaya gas rumah kaca bagi kesehatan. Hal ini memicu pengendalian emisi akan lebih longgar.

Trump Cabut Kebijakan Bahaya Efek Rumah Kaca, Apa Dampaknya?
ilustrasi polusi mobil. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) mencabut kebijakan tentang bahaya efek rumah kaca bagi masyarakat. Kebijakan itu sebelumnya dibuat pada era Obama. Hal ini berdampak pada kebijakan pengendalian emisi.

Menukil BBC, Gedung Putih menjelaskan bahwa pembatalan kebijakan terkait emisi gas rumah kaca merupakan bagian dari upaya penghematan anggaran. Pemerintahan Trump menilai membatalkan kebijakan era Obama itu akan menghemat 1 triliun dolar AS.

Dalam pernyataannya pada Kamis (12/2/2026), Trump menyebut bahwa aturan era Obama itu telah membawa bencana bagi industri otomotif AS. Menurutnya, industri otomotif jadi lesu dan harga mobil AS meningkat karena kebijakan itu.

"Aturan radikal ini menjadi landasan hukum bagi 'Green New Scam', salah satu penipuan terbesar dalam sejarah," kata Trump.

Dampak Pencabutan Kebijakan Soal Emisi di AS

Dengan dicabutnya UU tentang bahaya emisi gas rumah kaca, banyak pihak menilai bahwa hal ini akan berdampak buruk pada upaya negara itu dalam menghambat krisis iklim.

Eks Presiden AS, Barack Obama, menulis di akun X pribadinya bahwa pembatalan kebijakan ini akan membuat warga AS jadi rentan. Ia juga mengkritik pemerintahan Trump yang lebih memihak industri berbasis bahan bakar fosil ketimbang kesehatan warga negaranya.

"Tanpa itu, kita akan kurang aman, kurang sehat, dan kurang mampu melawan perubahan iklim—semua itu agar industri bahan bakar fosil dapat menghasilkan lebih banyak uang," tulis Obama.

Selain menyebabkan warga negara AS jadi lebih rentan terhadap krisis iklim, aktivis lingkungan juga menyebut bahwa potensi penghematan karena pembatalan kebijakan ini adalah perhitungan yang semu.

Peter Zalzal dari Environmental Defense Fund menyebut bahwa pembatalan kebijakan akan membuat AS mengeluarkan lebih banyak biaya untuk menggerakkan industri yang kotor.

"Ini memaksa warga Amerika untuk mengeluarkan uang lebih banyak, sekitar USD1,4 triliun untuk biaya bahan bakar tambahan karena kendaraan yang kurang efisien," katanya.

Tak hanya itu, Zalzal juga menyebut bahwa pembatalan itu akan membuat beban biaya kesehatan meningkat. Berdasarkan analisis pihaknya, Zalzal menyebut bahwa dampak pembatalan itu berpotensi "mengakibatkan hingga 58.000 kematian prematur tambahan" dan "37 juta serangan asma tambahan".

Ahli hukum iklim dari Universitas Columbia, Michael Gerrard, menyebut bahwa analisis pemerintahan Trump pada pembatalan ini justru berpotensi salah. Menurutnya, membatalkan kebijakan emisi gas rumah kaca justru berpotensi menambah lesu tingkat penjualan mobil asal AS.

Hal itu, katanya, dikarenakan mobil-mobil merek AS akan diproduksi dengan standar efisiensi yang lebih longgar. Hal ini berpotensi kontraproduktif dengan tren mobil ramah lingkungan dunia.

"Hal ini benar-benar menempatkan produsen mobil AS dalam posisi sulit, karena tidak ada orang lain yang mau membeli mobil Amerika," katanya.

Baca juga artikel terkait TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar