tirto.id - Para politikus partai Demokrat Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan mengajak negara-negara Eropa melawan kebijakan Donald Trump dalam KTT Keamanan Munich pada pekan ini. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Februari 2026.
Delegasi AS dalam KTT Keamanan Munich di Jerman kali ini berisi para politisi Demokrat yang dikenal sebagai kritikus Trump yang vokal. Mereka termasuk Gubernur California Gavin Newsom, anggota Kongres New York Alexandria Ocasio-Cortez, Senator Arizona Ruben Gallego, dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer.
Seturut The Guardian, mereka akan mendesak agar negara-negara Eropa bersatu untuk menentang kebijakan diplomasi Trump yang rajin mengancam banyak negara tarif. Hal ini akan dilakukan di tengah ketegangan AS-Eropa yang masih berlanjut.
Gubernur California Gavin Newsom sebelumnya telah mendesak warga Eropa untuk menyadari bahwa "menjilat kebutuhan Trump" hanya akan membuat Eropa "terlihat menyedihkan di panggung dunia". Hal ini ia sampaikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari lalu.
Senator Arizona Ruben Gallego juga merupakan kritikus Trump yang vokal. Pada akhir bulan Januari lalu, Gallego menyebut Trump sudah "tidak waras" ketika menanggapi persoalan Greenland.
"[Trump] menghancurkan reputasi dunia kita, dan berpotensi [juga] kekuatan ekonomi kita di seluruh dunia, karena dia bersikap picik. Semua ini tidak rasional. Semua orang perlu berhenti berpura-pura bahwa ini rasional," kata Gallego dalam wawancara untuk CNN.
Ketegangan AS dan Eropa, yang bermula dari keinginan Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark, terus berlanjut. Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah menjajaki opsi melepaskan diri dari ketergantungan dengan AS.
Sulitnya untuk memprediksi sikap Trump disebut membuat Uni Eropa secara umum terbelah.
Sebagian, seperti Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, bersikeras bahwa AS tetap jadi mitra penting. Sedangkan negara lain macam Prancis terus mendesak Uni Eropa untuk merespons pemerintahan Trump dengan keras.
Presiden Prancis Nilai Pemerintahan Trump Anti-Eropa
Pekan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyebut Trump sebagai "anti-Eropa". Macron menyebut bahwa keinginan mencaplok Greenland merupakan upaya Trump untuk "memecah belah" Uni Eropa.
"Ketika ada tindakan agresi yang jelas, saya pikir yang harus kita lakukan bukanlah tunduk atau mencoba mencapai kesepakatan. Saya pikir kita telah mencoba strategi itu selama berbulan-bulan. Itu tidak berhasil," katanya, mengacu pada ancaman sanksi Trump kepada negara Eropa yang menolak pencaplokan Greenland oleh AS.
Hal itu disampaikan Macron dalam wawancaranya untuk sejumlah media massa. Dalam kesempatan itu, Macron juga menyebut Eropa kini dilanda krisis ganda.
Eropa, kata Macron, kini harus menyikapi "tsunami Cina di bidang perdagangan" di satu sisi, tetapi juga harus berhadapan dengan "ketidakstabilan dari menit ke menit" dari AS.
Macron juga disebut telah menjadwalkan pidato di akhir bulan ini untuk melempar ide Prancis sebagai payung Eropa lewat senjata nuklir mereka.
Sementara itu, di KTT Keamanan Munich, para pemimpin Eropa dilaporkan akan membahas tentang masa transisi pasca keruntuhan tatanan global lama. Para pemimpin ini termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Emmanuel Macron, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Keruntuhan tatanan global merupakan inti dari pidato Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Davos pada Januari lalu. Menurut Carney, tatanan dunia pasca Perang Dunia II telah runtuh akibat kekuatan besar melakukan pelanggaran hukum internasional tanpa mendapatkan konsekuensi atasnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





























