Menuju konten utama

Trump Ancam Kanada akan Tutup Jembatan Penghubung Gordie Howe

Presiden AS Donald Trump mengancam Kanada, bukan hanya tarif impor tetapi juga penutupan jembatan Gordie Howe yang menghubungkan kedua negara.

Trump Ancam Kanada akan Tutup Jembatan Penghubung Gordie Howe
Jembatan Gordie Howe. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Kanada tak akan mengizinkan pembukaan jembatan internasional Gordie Howe. Megaproyek jembatan penghubung AS dan Kanada itu terancam terbengkalai.

Ancaman itu diutarakan Trump melalui kanal media sosial miliknya pada Senin (9/2/2026).Ia menyebut Kanada telah "memperlakukan Amerika Serikat dengan sangat tidak adil selama beberapa dekade".

“Saya tidak akan mengizinkan jembatan ini dibuka sampai Amerika Serikat sepenuhnya diberi kompensasi atas semua yang telah kami berikan kepada mereka, dan juga, yang penting, Kanada memperlakukan Amerika Serikat dengan Keadilan dan Rasa Hormat yang pantas kami terima,” tulis Trump, dikutip dari The Guardian.

Seturut BBC, Trump tak menjelaskan bagaimana caranya akan menghalangi pembukaan jembatan yang hampir rampung itu. Hanya saja, ia menyatakan bahwa negosiasi AS-Kanada terkait hal ini akan segera dimulai.

Dalam pernyataannya itu, Trump juga menyatakan bahwa AS seharusnya memiliki "setidaknya setengah dari aset ini".

Ancaman Trump tersebut jadi yang terbaru dalam perselisihan dagang AS dan Kanada sejak 2025 lalu. Trump jadi makin aktif mengancam usai Perdana Menteri Kanada Mark Carney mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Cina.

Kerja sama Kanada-Cina turut disinggung Trump dalam pernyataan itu. Trump menyebut Cina akan "melahap Kanada hidup-hidup".

Trump juga mengeklaim hal yang aneh dengan menyatakan bahwa Cina akan memasukkan klausul larangan hoki es bagi Kanada dalam perjanjian kerja sama kedua negara. Hoki es merupakan olahraga nasional Kanada.

"Hal pertama yang akan dilakukan Cina adalah menghentikan semua pertandingan hoki es yang dimainkan di Kanada, dan secara permanen menghapus Piala Stanley," tulisnya.

Jembatan yang diperkirakan dibangun dengan dana 6,4 miliar dolar Kanada ini mulai dibangun pada 2018 lalu. Rencananya sudah bisa digunakan pada 2026 ini. Proyek ini semula dimaksudkan sebagai penghubung jalur perdagangan darat AS-Kanada.

Trump kemudian menyatakan kesepakatan terkait jembatan itu sebagai kerja sama yang buruk dan menyalahkan masa kepresidenan Barack Obama karenanya. Di sisi lain, Trump pernah membuat pernyataan pada 2017 dengan mendukung proyek tersebut.

Senator Demokrat Kritik Rencana Trump

Senator Michigan dari partai Demokrat, Elissa Slotkin, menanggapi rencana penangguhan izin operasi jembatan Gordie Howe dengan kritik. Ia menyebut rencana Trump akan memperburuk perekonomian warga Michigan.

"Pembatalan proyek ini akan memiliki dampak serius. Biaya yang lebih tinggi untuk bisnis di Michigan, rantai pasok yang kurang aman, dan pada akhirnya, lebih sedikit lapangan kerja," tuturnya.

Menurut Slotkin, Trump merupakan pihak yang memulai perang dagang dengan Kanada. Presiden AS itu disebut Slotkin telah mengorbankan warga Michigan untuk merespons polemik yang ia buat sendiri.

"Satu-satunya alasan Kanada berada di ambang kesepakatan perdagangan dengan Cina adalah karena Presiden Trump telah menendang mereka selama setahun," katanya.

Proyek jembatan Gordie Howe rencananya memang akan menghubungkan Ontario dengan Michigan. Jalur tersebut diniatkan agar perdagangan antara kedua wilayah menjadi lebih lancar dan cepat.

Akan tetapi, sejak Trump memulai periode kepresidenannya yang kedua, politikus partai Republik itu menerapkan berbagai sanksi ekonomi ke Kanada berupa pengenaan tarif impor. Hal ini kemudian ditanggapi Kanada dengan pengenaan tarif serupa untuk AS.

Saling balas tarif impor itu terus berlangsung, hingga Perdana Menteri Kanada Mark Carney kini mulai menjajaki kerja sama dagang dengan Cina. Kanada merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi AS.

Baca juga artikel terkait ANCAMAN INVASI TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar