Menuju konten utama

Premi Asuransi Kendaraan Turun 5,01% Imbas Pasar Otomotif Lesu

Kontraksi premi asuransi kendaraan menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan kondisi industri otomotif. Simak selengkapnya.

Premi Asuransi Kendaraan Turun 5,01% Imbas Pasar Otomotif Lesu
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono saat ditemui usai acara konferensi pers Literasi Asuransi untuk Negeri di Jakarta, Jumat (18/10/2024). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kinerja bisnis asuransi kendaraan bermotor terkontraksi, seiring dengan lesunya pasar otomotif domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 mencatat pendapatan premi pada lini usaha tersebut menyusut 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pendapatan premi hingga Oktober 2025 tercatat sebesar Rp17,09 triliun, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai klaim yang dibayarkan juga turun, namun dengan persentase lebih kecil, yaitu 1,39 persen (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan penurunan tersebut sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar otomotif Indonesia yang lesu sepanjang 2025.

Faktor utama meliputi penurunan penjualan kendaraan baru secara signifikan, melemahnya daya beli masyarakat, perlambatan penyaluran kredit, serta kehati-hatian konsumen.

“Penurunan daya beli, perlambatan kredit kendaraan bermotor, dan kehati-hatian konsumen dalam membeli kendaraan baru turut menjadi faktor yang menahan laju premi asuransi kendaraan,” kata Ogi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Ia menegaskan bahwa kontraksi premi asuransi kendaraan menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan kondisi industri otomotif.

“Secara keseluruhan, kontraksi premi asuransi kendaraan bermotor menunjukkan keterkaitan kuat dengan lesunya pasar otomotif, bukan berarti sektor asuransi sepenuhnya terlepas dari kondisi industri kendaraan itu sendiri,” ucapnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa sepanjang periode Januari - Oktober 2025 penjualan wholesales mobil baru di Indonesia mencapai 635.844 unit.

Angka ini turun 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan penjualan mencapai 711.064 unit.

Baca juga artikel terkait ASURANSI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang