Menuju konten utama

Pramono Tegur Dirut MRT soal Kenaikan Sewa Kios Blok M

Pramono bahkan mengancam jika kerja sama itu tidak bisa dijalankan sesuai aturan, maka lebih baik dibatalkan.

Pramono Tegur Dirut MRT soal Kenaikan Sewa Kios Blok M
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi Jakarta terkini di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (30/8/2025). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/sgd

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat suara terkait kenaikan harga sewa kios di kawasan Blok M yang dikeluhkan para pedagang. Dia menyebut kawasan tersebut berada di bawah pengelolaan kerja sama MRT Jakarta dengan salah satu koperasi pengelola.

Karena hal ini, Pramono memberi teguran langsung kepada Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat. Ia juga telah berpesan bahwa jika kerja sama itu tidak bisa dijalankan sesuai aturan, maka lebih baik dibatalkan.

“Memang ada kerjasama antara MRT dengan salah satu koperasi yang ada di sana. Dalam kerjasama itu sebenarnya batas atas untuk tarif sudah dikenakan, ada batas bawah dan ternyata tarif yang dipungkut lebih dari itu,” kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025).

“Sehingga dengan demikian saya sudah menegur dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan,” tambahnya.

Menurut Pramono, UMKM harus menjadi prioritas agar menggerakan ekonomi di masyarakat. Terlebih, kata dia, ramai pengunjung Blok M justru harus menjadi momentum mendukung pedagang, bukan kesempatan untuk menarik keuntungan.

“Dan ini kan ekonomi sedang mengeliat, di Blok M sedang baik. Jadi kalau memang tidak bisa ya dibatalkan aja dan dikelola sendiri. Tidak perlu pakai kerjasama,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang mengumumkan perpindahannya dari kios yang ada di distict blok M melalui konten di media sosial. Mereka menyebut hal itu disebabkan karena harga sewa yang melonjak tinggi.

Salah satu akun yang menyampaikan keluhannya itu adalah akun TikTok @atikazzz17. Dia menyebut bahwa kepindahannya tersebut dikarenakan harga sewa yang melambung tinggi hingga berkisar Rp15 juta per bulan.

“15jt/bulan untuk Kios yang kalo hujan kebanjiran dan bau sampah kayaknya gak wajar,” kata dia dalam unggahannya.

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Insider
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dwi Aditya Putra