Menuju konten utama

Cerita Pramono Tinjau Kerusakan Fasum dengan Sepeda: Saya Sedih

Pramono mengaku memilih berkeliling dengan sepeda sejak pagi agar bisa melihat situasi lapangan secara langsung tanpa diketahui banyak pihak.

Cerita Pramono Tinjau Kerusakan Fasum dengan Sepeda: Saya Sedih
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi Jakarta terkini di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (30/8/2025). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/sgd

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku merasa sedih saat melihat sejumlah fasilitas umum (fasum) mengalami kerusakan usai aksi demonstrasi yang berujung kericuhan beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapnya saat meresmikan gedung baru Universitas Jakarta Internasional, di Jakarta Barat, Selasa (2/9/2025).

Awalnya Pramono menceritakan bahwa dirinya melakukan pengecekan kondisi Jakarta usai demonstrasi yang berujung kericuhan pada Sabtu (30/9/2025). Dia mengaku memilih berkeliling dengan sepeda sejak pagi agar bisa melihat situasi lapangan secara langsung tanpa diketahui banyak pihak.

Menurut Pramono, jika ia menggunakan mobil dinas, jajaran terkait pasti sudah mengetahui lokasi yang akan dituju sehingga kondisi di lapangan bisa saja tidak menggambarkan keadaan sebenarnya. Dengan bersepeda, Pram menyebut bisa memutuskan rute tanpa ada yang mengetahui, bahkan oleh rekan-rekan sepedanya sendiri.

“Sebab saya tahu kalau begitu tahu pasti pengawal saya, ajudan, kontak kesana kemari dan tidak secara sungguh-sungguh saya bisa melihat lapangan,” katanya.

Saat melihat kondisi sejumlah fasilitas umum terbakar di beberapa titik, Pramono mengaku sangat sedih. Ia mencontohkan pos polisi di kawasan Semanggi dan gerbang tol yang ikut terbakar.

“Ketika kemarin saya terus terang sedih banget karena di beberapa tempat masih terbakar termasuk posko polisi yang ada di Semanggi masih terbakar, gerbang tol yang masuk di Semanggi juga masih terbakar,” kata Pramono.

Namun, ia menyebut bahwa berkat kerja keras, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat, Jakarta bisa cepat pulih. Pramono menyebut, kini aktivitas warga berangsur normal, termasuk moda transportasi publik yang kembali beroperasi penuh.

“Tetapi sekarang kalau dilihat karena kerja keras, gotong royong, kebersamaan hampir semua orang kaget ‘Kok Jakarta kemarin sudah kelihatan normal’. Apalagi hari ini. Dan inilah yang menjadi kekuatan kebersamaan warga Jakarta yang muncul karena mereka merasa memiliki kotanya,” tutur Pramono.

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dwi Aditya Putra