tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut gerakan ‘Jaga Jakarta’ yang ramai digelorakan saat ini telah menjadi kekuatan di tengah masyarakat usai demonstrasi yang berujung kericuhan di berbagai titik. Pramono pun mengatakan, gerakan ini sudah menyebar ke daerah-daerah lainnya ke seluruh pelosok negeri.
“Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta, ketika kita memulai, dengan apa yang disebut dengan Jaga Jakarta, sekarang semua daerah menggunakan kata-kata yang sama,” kata Pramono kepada wartawan di Universitas Jakarta Internasional (UNIJI), Jakarta Barat, Selasa (2/9/2025).
Dia pun mencontohkan sejumlah daerah yang kerap menerapkan gerakan yang sama seperti Surabaya dan Kediri. Pramono pun bersyukur gerakan jaga mampu menggerakkan masyarakat dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan.
“Dan saya bersyukur bahwa sekarang ini di Jakarta, kita gotong-royongnya muncul lagi dan kuat sekali, yang tidak pernah saya bayangkan selama ini. RT/RW-nya muncul, tokoh-tokoh masyarakatnya berkumpul, mereka mendeklarasikan untuk jaga kampung masing-masing,” katanya.
Menurut Pramono, gerakan yang digaungkan tersebut membuat dirinya yakin bahwa Jakarta akan cepat kembali normal, dan banyak diduplikasi di daerah lain.
“Dan di mana-mana mereka menggaungkan tentang Jaga Jakarta dan itu salah satu hal yang kemudian diamplifikasi juga di beberapa daerah di tempat lain, termasuk Forkopimda yang rapat kan belum pernah ada,” katanya.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi di sejumlah titik dimulai sejak Senin (25/8/2025). Aksi tersebut dihadiri dari sejumlah kalangan mulai dari pelajar hingga ojek online (ojol) untuk menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap tunjangan anggota DPR.
Aksi tersebut kembali terjadi pada Kamis (28/8/2025) oleh para buruh hingga mahasiswa. Aksi tersebut awalnya kondusif berjalan secar kondusif hingga berujung ricuh pada sore hari. Terlebih, setelah kejadian yang menimpa Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) polisi.
Masyarakat terutama para ojek online turun ke jalan untuk menunjukkan kemarahan terhadap pihak kepolisian yang telah menyebabkan kematian terhadap Affan.
Pada Jumat (29/8/2025), para pengemudi ojol kemudian melanjutkn aksi demonstrasinya dan kini menyasar Polda Metro Jaya dan Mako Brimob Kwitang. Tuntutan mereka adalah meminta keadilan terhadap pelaku penabrak Affan dan memprotes tindakan kekerasan keterlaluan yang dilakukan polisi saat mengawal demonstrasi.
Eskalasi tersebut terus naik hingga sore hari hingga menjelang dini hari. Tak hanya di Jakarta, aksi demonstrasi dan berujung bentrok juga terjadi di beberapa kota di Indonesia.
Massa pun mulai membakar sejumlah gedung seperti gedung DPRD dan markas kepolisian daerah serta berbagai fasilitas umum seperti halte dan stasiun. Sementara itu, pihak kepolisian terus berupaya membubarkan massa menggunakan gas air mata.
Tak berhenti di situ, sejumlah orang tiba-tiba menggeruduk kediaman anggota DPR Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menjarah sejumlah barang mulai dari jam tangan, sejumlah uang, hingga berangkas uang yang berisi pecahan dolar.
Lebih lanjut, aksi penjarahan juga dilakukan ke rumah Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hal ini diduga dilakukan karena nama-nama tersebut disorot publik akibat pernyataan kontroversialnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































