tirto.id - Presiden Prabowo Subianto merespons kritik media keuangan internasional terkait pembentukan badan investasi Danantara dan program makan siang bergizi (MBG). Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi mendalam ekonomi Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis—The Atlantico, Prabowo mengakui perlunya komunikasi yang lebih baik kepada publik global terkait program prioritas pemerintah.
"Saya harus mengakui bahwa kami seharusnya dapat mengomunikasikan lebih baik tentang apa yang kami lakukan di Indonesia," ujar Prabowo dalam wawancara tersebut, dikutip Senin (8/6/2026).
"Transformasi yang kami lakukan saat ini—dengan Danantara, platform kebijakan ekspor terpadu kami, program makan gratis, koperasi desa, dan desa-desa nelayan—sangat mendalam," tambahnya.
Terkait struktur Danantara yang melapor langsung kepada presiden, Prabowo menepis anggapan adanya intervensi politik. Ia menyebut langkah itu diambil agar aset negara lebih efektif melayani rakyat.
"Saya harus memastikan bahwa aset negara kita digunakan seefektif mungkin untuk kepentingan sesama warga negara," tegasnya.
Prabowo juga menjamin independensi lembaga tersebut meski posisinya berada di bawah pengawasan presiden.
"Danantara mungkin adalah institusi yang paling diawasi di negara ini. Meskipun melapor kepada saya, CEO-nya juga bertanggung jawab kepada dewan pengawas," jelas Prabowo.
Mengenai kekhawatiran fiskal terhadap pendanaan program MBG, Prabowo menyebut pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran untuk mengalihkan dana yang selama ini bocor akibat korupsi.
"Anggaran kami mengandung sejumlah besar pengeluaran yang boros. Itulah mengapa pada awal tahun 2025, saya menghilangkan lemak senilai 18 miliar US dolar—uang yang mengalir ke kantong pejabat korup daripada melayani rakyat," ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































