tirto.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi, menyatakan Presiden Prabowo Subianto berpeluang membahas geoplitik dan ekonomi saat berpidato di sidang PBB. Agenda PBB itu akan digelar di Amerika Serikat (AS) pada 23 September 2025.
Akan tetapi, Hasan enggan membocorkan lebih lanjut tema spesifik terkait isi pidato Prabowo di sidang United Nations General Assembly (UNGA) tersebut.
"Ya, tidak menutup kemungkinan [Prabowo membahas geopolitik dan ekonomi], tetapi, kan, saya tidak bisa kasih bocoran apa-apa. Biar nanti, tunggu saja pidato Presiden nanti," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).
Hasan juga enggan menyatakan apakah Prabowo bakal menemui Presiden AS Donald Trump. Mengingat, hubungan AS-RI tengah disorot setelah penerapan kebijakan tarif resiprokal.
Menurut Hasan, Prabowo dipastikan melakukan lawatan ke AS untuk berpidato diurutan ketiga saat sidang PBB kelak.
"Presiden nanti dijadwalkan pidato di hari pertama dan urutan ketiga pada tanggal 23 September," tuturnya.
"Yang jelas perjalanan ke sana untuk berpidato. Agenda lain, saya belum bisa berkomentar, tetapi yang jelas pidato di sidang United Nation General Assembly," lanjut Hasan.
Sebagai informasi, kehadiran Presiden RI dalam sidang PBB baru pertama kali terjadi sejak 10 tahun terakhir. Saat era Presiden ke-7 Joko Widodo, sidang PBB hanya diwakilkan Menteri Luar Negeri kala itu Retno Marsudi.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































