Menuju konten utama

Prabowo Bentuk Tiga Satgas untuk Muluskan Perundingan dengan AS

Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tiga satgas untuk mempercepat perundingan dengan AS.

Prabowo Bentuk Tiga Satgas untuk Muluskan Perundingan dengan AS
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/4/2025). Menko Perekonomian mengatakan pemerintah akan membentuk tiga satgas untuk menghadapi situasi ekonomi global, yaitu Satgas Perluasan Kesempatan Kerja dan Mitigasi PHK, Satgas Deregulasi Kebijakan, serta Satgas Perundingan, Perdagangan, Investasi dan Keamanan Ekonomi yang bertugas untuk mempercepat perundingan dengan AS mengenai tarif resiprokal. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tiga satuan tugas (satgas) untuk memuluskan perundingan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan tiga satgas dimaksud yakni Satgas Perundingan Perdagangan Investasi dan Keamanan Ekonomi, Satgas Perluasan Kesempatan Kerja dan Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Satgas Peningkatan Iklim Investasi dan Percepatan Perizinan Perusahaan.

“Bapak Presiden memberikan arahan bahwa apa yang kita tawarkan adalah win-win solution, dan tidak membedakan satu antara satu negara dengan negara lain," ujarnya dalam Keterangan Pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa salah satu PT Indorama Synthetics Tbk bakal berinvestasi di Louisiana, salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS).

Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari tekstil, pupuk, hingga petrokimia tersebut berniat mengucurkan dana sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,7 triliun untuk membangun pabrik amonia biru atau blue amoniajenis amonia yang diproduksi dari bahan bakar fosil, namun diproses dengan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) terintegrasi.

“Selanjutnya, juga kami sampaikan (kepada) Bapak Presiden, ada rencana perusahaan Indorama untuk investasi 2 miliar dolar di Louisiana untuk blue ammonia,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, investasi yang dijajaki perusahaan asal Purwakarta, Jawa Barat tersebut dinilai akan mengurangi defisit neraca perdagangan yang terjadi antara Indonesia dengan AS, yang hingga akhir 2024 masih sebesar 18 miliar dolar AS. Namun, terlepas dari itu, sebelum berniat menanamkan modalnya di Louisiana, Indorama juga telah melebarkan gurita bisnisnya di AS, dengan mendirikan beberapa pabrik Polyethylene Terephthalate (PET).

“PET itu botol untuk minuman, soft drink. Mereka sudah akan bangun di Louisiana, sekarang sedang dalam proses front end engineering design,” imbuhnya.

Di sisi lain, untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dengan AS, yang juga merupakan upaya menurunkan tarif perdagangan yang dikenakan Presiden AS Donald Trump kepada Indonesia, pemerintah juga sedang berusaha untuk melakukan negosiasi dengan Kantor Perwakilan Dagangan AS (US Trade Representative/USTR).

Kendati, dengan telah ditandatanganinya Perjanjian Kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA), hal-hal terkait perundingan hanya bisa diungkapkan kepada 12 pihak yang telah disepakati, termasuk pelibatan beberapa asosiasi pengusaha AS seperti asosiasi industri semikonduktor, US-ASEAN Business Council, USINDO, dan korporasi seperti Amazon, Boeing, Microsoft, dan Google.

“Artinya, apa yang sedang kita bahas itu hanya untuk 12 pihak. Kita tidak publish ke masyarakat ataupun ke pihak lain,” jelas Airlangga.

Baca juga artikel terkait NERACA DAGANG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana