Menuju konten utama

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Bali Diduga Korban Mutilasi

Polda Bali kini tengah dalami keterkaitan temuan potongan tubuh dengan laporan hilangnya seorang WNA.

Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Bali Diduga Korban Mutilasi
Proses evakuasi dari potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Bali, Jumat (27/02/2026). Foto: Humas Polres Gianyar.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Warga di sekitar Pantai Ketewel, Gianyar, Bali digegerkan dengan temuan sejumlah potongan tubuh manusia yang tersebar di delapan titik di muara Sungai Wos Teben, Kamis (26/2/2026). Polda Bali menduga kuat potongan jenazah tersebut merupakan korban mutilasi dan kini tengah mendalami keterkaitannya dengan laporan hilangnya seorang warga negara asing (WNA).

“Pagi itu ada warga yang tengah beraktivitas jogging di trek, menemukan potongan kepala manusia. Dengan adanya temuan tersebut, warga melaporkannya ke Polsek Sukawati,” kata Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, dalam keterangan yang diterima Tirto pada Jumat (27/02/2026).

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim Inafis Polres Gianyar dan Polda Bali langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beserta penyisiran menyeluruh di sepanjang pesisir Pantai Ketewel.

Dari hasil penyisiran, polisi kembali menemukan sejumlah potongan tubuh lainnya. Suardita mengatakan, potongan tubuh tersebut seluruhnya dalam kondisi telah membusuk di lokasi.

“Potongan tubuh dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk proses identifikasi forensik. Untuk identitas, kemungkinan motif, dan penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan oleh Polda Bali dan Polres Gianyar,” ungkapnya.

Evakuasi potongan tubuh di Pantai Ketewel, Bali

Proses evakuasi dari potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Bali, Jumat (27/02/2026). Foto: Humas Polres Gianyar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menyebutkan beberapa potongan tubuh yang telah ditemukan di TKP terdiri atas potongan kepala, potongan lengan atas dari tangan kanan, bahu kanan, lengan atas dari tangan kiri, bahu kiri, telapak tangan kanan, potongan salah satu paha, tulang rusuk, dan beberapa organ dalam.

“Itu muara, jadi artinya adalah aliran air dari suatu tempat, kemudian bermuara di sana. (Potongan tubuh) bisa ditemukan di sepanjang jalan, penelusuran di sepanjang 8 titik. Kalau dilihat dari kondisi yang ditemukan, kemungkinan itu mutilasi. Agak kasar potongannya,” terang Ariasandy.

Ariasandy menambahkan, polisi masih mendalami bukti-bukti dari rekaman CCTV yang terletak di sepanjang jalan menuju TKP, serta orang-orang yang mungkin mengetahui kejadian. Polisi juga masih menghubungi pihak keluarga seorang WNA yang dilaporkan hilang kepada Polda Bali.

“Untuk dicocokkan nantinya. Sementara kita belum mengetahui ini potongan tubuh dari siapa dan sementara laporan yang kehilangan kemarin, tanggal 15 itu warga negara asing. Warga negara Ukraina yang melaporkan, laki-laki,” ungkapnya.

Evakuasi temuan potongan tubuh di Pantai Ketewel

Proses evakuasi dari potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Bali, Jumat (27/02/2026). Foto: Humas Polres Gianyar.

Dokter Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Nola Margaret Gunawan, mengatakan potongan tubuh tersebut diterima dalam kondisi membusuk lanjutan. Potongan tersebut diterima oleh tim forensik pada Kamis (26/02/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

“Karena sudah membusuk lanjut, bisa diperkirakan korban telah tewas lebih dari tiga hari,” kata Nola ketika ditemui di Ruang Forensik RSUP Prof. Ngoerah.

Akibat kondisi visual jenazah yang telah membusuk, tim forensik belum dapat mengidentifikasi kondisi dari potongan tubuh, jenis kelamin, serta kewarganegaraan korban dari pemeriksaan fisik. Untuk mengetahui hal tersebut, proses yang dilakukan adalah tes DNA.

“DNA itu sendiri tidak bisa menunjukkan dia warga negara apa, tetapi menunjukkan dia itu siapa. Nah, dari situ baru kita bisa lacak orang ini kewarganegaraannya apa. Kalau dari aspek antropologi, dari fitur dan gambar tulangnya, itu baru kita bisa menentukan orang ini kedekatan populasinya dengan kelompok yang mana, apakah Kaukasoid, Mongoloid, atau Negroid,” jelas Nola.

Saat ini, forensik baru melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah karena permintaan dari penyidik. Tim forensik masih menunggu permintaan lanjutan dari pihak kepolisian untuk autopsi atau tes DNA.

Baca juga artikel terkait KASUS MUTILASI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah