tirto.id - Polisi menjelaskan kronologi seorang pramugari gadungan maskapai Batik Air yang ditangkap di dalam pesawat pada Selasa (6/1/2026) pukul 18.20 WIB. Perempuan bernama Khairun Nisa itu dipergoki mengenakan seragam pramugari Batik Air saat menjadi penumpang pesawat rute Palembang (PLM) - Jakarta (CGK).
"Satu orang wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh Cabin Crew Pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok Pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh Perusahan PT Lion Grup," kata Kasie Humas Soekarno-Hatta (Soetta), Ipda Septian, saat dihubungi wartawan, Kamis (8/1/2026).
Septian menerangkan, Cabin Crew Pesawat Batik Air tersebut kemudian melaporkan kepada Avsec. Khairun Nisa pun dilakukan proses turun penumpang dan dibawa ke Kantor Polres Kota Bandara Soetta guna penyelidikan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menambahkan, dari keterangan Khairun Nisa, dia mendapatkan seragam itu dari seorang yang dikenalnya dan menjanjikan akan membantu mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Dia pun telah memberitahukan kepada orang tuanya atas pekerjaan pramugari yang disebut sudah didapatkannya.
"Dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Nah, kemudian datanglah ke Jakarta dia. Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ujar dia.
Lebih lanjut, Yandri menerangkan, semua yang diarahkan orang tersebut diikuti Khairun Nisa hingga akhirnya disadari bahwa dia menjadi korban penipuan. Karena sudah terlanjur memberitahukan orang tuanya, kata dia, Khairun Nisa merasa malu tetap menggunakan seragam yang diberikan pelaku penipuan itu dan mengunggahnya di media sosial.
"Pada saat pulang kemarin dan di medsosnya dia juga dia posting gitu biar orang tuanya tahu, keluarganya tahu dia memang benar pramugari. Iya, pada dasarnya di awal dia korban tuh. Dia mau masuk pramugari menyerahkan uang sebesar berapa, Rp30 atau Rp40 juta," tutur dia.
Terkait dengan kasus penipuan kepada Khairun Nisa sendiri, Yandri belum merinci dan memastikan apakah akan diusut. Kendati demikian, dia mengungkap bahwa sejak awal Khairun Nisa mengaku akan melepas seragam itu jika sudah sampai di bandar tujuan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























