tirto.id - Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro mengatakan, bahan baku narkoba jenis etomidate dibawa oleh pelaku dari negara asalnya sebelum diolah di sejumlah lokasi yang dijadikan industri rumahan di Jakarta Utara. “Pengakuan dari tersangka, bahan yang dia pesan dari luar negeri, yakni dari China,” kata Ari di Jakarta, Rabu (6/4/2026), dilansir dari Antara. Saat ini, proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan. Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri bagaimana bahan baku narkoba itu dapat masuk ke Indonesia. Ari juga menyebut pelaku mengaku memperoleh omzet hingga Rp40 juta dalam satu kali transaksi. “Kalau omzet per bulan masih kami kalkulasi karena masih ada beberapa barang yang belum diedarkan,” ujarnya. Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menggerebek lokasi yang dijadikan industri rumahan narkotika jenis etomidate milik HC (51), yang sebelumnya ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta Utara. “Dari hasil pengembangan di dua lokasi berbeda, polisi kembali menyita sejumlah barang bukti berupa bahan baku dan cartridge vape etomidate milik tersangka HC (51),” tutur Ari. Dalam pengembangan lanjutan, petugas menemukan sejumlah cartridge kosong yang diduga akan digunakan untuk mengisi cairan etomidate tersebut. “Lalu, petugas mengembangkan ke lokasi ketiga dan menemukan ratusan vape etomidate yang sudah terbungkus dan siap untuk diedarkan,” ungkapnya. Selain itu, polisi juga menemukan enam bungkus bahan baku yang diduga digunakan dalam proses produksi vape etomidate tersebut. “Kami juga menemukan peralatan produksi yang digunakan tersangka untuk meracik dan mengisi cairan ke dalam cartridge vape sehingga siap diedarkan,” imbuh Ari.
Polisi Bongkar Produksi Vape Etomidate di Apartemen Jakut
Polisi bongkar produksi vape narkoba etomidate milik WN China di apartemen Jakut. Bahan baku didatangkan dari China.

Masuk tirto.id

































