Menuju konten utama

Polda Metro Bongkar Lab Tembakau Gorila, 9 Orang Ditangkap

Polda Metro Jaya membongkar laboratorium rumahan atau clandestine lab pembuatan tembakau sintetis jenis tembakau gorila.

Polda Metro Bongkar Lab Tembakau Gorila, 9 Orang Ditangkap
Barang bukti narkoba yang berhasil dikumpulkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres jajaran akan langsung dimusnahkan pada Selasa (30/9/2025) ini. tirto.id/Naufal majid

tirto.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar laboratorium rumahan atau clandestine lab pembuatan tembakau sintetis jenis tembakau gorila. Penggerebekan dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni Tangerang Selatan, Cianjur, dan Yogyakarta.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap sembilan orang tersangka dengan peran berbeda-beda. Mereka terbagi atas pemasok bahan, peracik, hingga pengedar yang bertugas mendistribusikan narkotika sintetis itu ke pasaran.

David menyebut dari sembilan tersangka, satu orang berperan sebagai pemasok bahan baku, dua orang sebagai peracik tembakau, dan enam orang lainnya berperan sebagai pengedar.

“Diamankan 9 tersangka, satu orang sebagai pemasok bahan, dua orang sebagai peracik, dan enam orang sebagai pengedar,” ungkap David.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita total 21,2 kilogram narkotika sintetis siap edar. Selain itu, ditemukan pula 2,9 kilogram daun kering sintetis yang siap dipakai, serta 7,7 kilogram serbuk MDMB-4en-PINACA, salah satu bahan kimia yang masuk kategori narkotika golongan satu.

“Kemudian cairan MDMB-4en-PINACA. 4en-PINACA ini adalah senyawa yang dikategorikan narkotika golongan satu,” jelasnya.

Barang bukti lain yang disita yaitu 4,2 kilogram cairan 5-Bromo-1-PMT dan 2,4 kilogram serbuk Potassium Karbonat. Zat kimia ini diduga digunakan sebagai prekursor untuk memproduksi narkoba.

Kasus ini menjadi bagian dari penyitaan 1,14 ton narkoba dari hasil pengungkapan kasus selama periode Juli hingga September 2025 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Barang bukti tersebut bernilai Rp1,13 triliun apabila beredar di pasar gelap.

Dalam tiga bulan terakhir, David menyebut ada 1.719 kasus peredaran narkoba dengan 2.318 tersangka. Dari jumlah tersebut, 1.542 orang merupakan pengguna atau korban yang ditempatkan dalam program rehabilitasi. Polda Metro Jaya juga disebutnya telah menyelamatkan 4 juta lebih masyarakat dari paparan narkoba.

“[Kami] telah menyelamatkan penduduk Jakarta dan sekitarnya dari bahaya narkoba, selaku penyalahgunaan narkoba, kami telah menyelamatkan 4.563.791 nyawa manusia masyarakat Jakarta dari bahaya narkoba,” ujar David.

Baca juga artikel terkait POLDA METRO JAYA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama