tirto.id - Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump menuju Swiss, putar balik ke bandara usai lepas landas pada Selasa (20/1/2026) malam waktu setempat.
Trump terpaksa membatalkan penerbangan dan kembali ke Washington DC. Menurut laporan media lokal, keputusan tersebut diambil setelah pesawat mengalami gangguan listrik ringan.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan keputusan untuk memutar balik penerbangan diambil tak lama setelah lepas landas sebagai langkah kehati-hatian.
Awak pesawat mendeteksi adanya gangguan teknis, meski tidak dijelaskan secara rinci.
Seorang reporter Gedung Putih yang ikut dalam penerbangan melaporkan lampu di kabin pers Air Force One sempat padam sesaat setelah pesawat mengudara. Namun, saat itu tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.
Awak pesawat bergerak cepat untuk melakukan perpindahan, membawa kotak berisi buah, sandwich terbungkus, serta minuman keluar dan masuk pesawat.
Di area luar pesawat, petugas di darat terlihat menurunkan sekitar selusin koper dari Air Force One dan memindahkannya ke sebuah truk.
Setelah mendarat kembali di Washington, Trump dijadwalkan berpindah ke pesawat lain untuk melanjutkan perjalanan ke Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Sementara itu, layar televisi di dalam pesawat menayangkan siaran Fox News dengan teks berjalan yang memberitakan adanya gangguan listrik pada pesawat.
Menurut laporan The Guardian, insiden ini terjadi di tengah sorotan terhadap armada Air Force One yang saat ini digunakan.
Dua pesawat yang melayani presiden AS tersebut telah beroperasi hampir selama empat dekade. Upaya Boeing untuk mengirimkan pesawat pengganti juga terus mengalami penundaan.
Media AS melaporkan Trump berencana menerima pesawat jet mewah Boeing dari keluarga kerajaan Qatar untuk digunakan sebagai Air Force One, lalu tetap mengoperasikannya setelah masa jabatannya berakhir.
Rencana tersebut menuai perhatian karena adanya aturan ketat terkait hadiah bagi presiden AS.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































