Menuju konten utama

Perang Amerika vs Iran: Trump Isyaratkan Berunding Dua Hari Lagi

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat kemungkinan dilakukannya perundingan dengan Iran kembali dalam dua hari ke depan. Pakistan masih jadi mediator.

Perang Amerika vs Iran: Trump Isyaratkan Berunding Dua Hari Lagi
ilustrasi Iran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan perundingan Washington dan Teheran akan kembali dilanjutkan. Menurutnya, negosiasi AS-Iran akan kembali dilakukan di Islamabad dalam dua hari ke depan.

Menukil The Guardian, pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (14/4/2026). Isyarat ini dikatakan Trump kepada seorang reporter New York Post yang telah berada di Islamabad.

"Anda sebaiknya tetap di sana," kata Trump kepada reporter tersebut. "Karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana."

Perundingan putaran kedua di Islamabad juga disebut telah dikonfirmasi Pakistan. Seorang pejabat Pakistan yang tak disebutkan namanya mengatakan persiapan telah dimulai.

Akan tetapi, katanya, agenda itu tampaknya tidak terjadi besok atau lusa, tetapi sehari atau dua lebih lama dari yang diungkap Trump.

Dalam perundingan tahap kedua ini, Wakil Presiden AS JD Vance diperkirakan akan tetap memimpin delegasi Washington. Menurut seorang pejabat Pakistan, Iran telah bersikeras agar Vance jadi pemimpin delegasi karena Teheran tak percaya pada utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.

Sementara itu, para pejabat senior dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki berada di Islamabad pada Selasa. Mereka dilaporkan tengah berkoordinasi dengan Pakistan tentang langkah mediasi konflik selanjutnya pasca perundingan Islamabad yang pertama.

Pada Rabu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan tur singkat ke kawasan Teluk dan Turki. Ia dijadwalkan akan menggalang dukungan, juga membahas sejumlah hal, termasuk tentang Selat Hormuz.

Blokade Selat Hormuz Sudah Berlangsung

Isyarat Trump tentang perundingan putaran kedua dengan Teheran ia sampaikan ketika militer AS memberlakukan blokade Selat Hormuz. Operasi ini telah berlangsung sepanjang 24 jam.

Seturut BBC, lebih dari selusin kapal perang AS dan sekitar 10.000 personel militer AS tengah diterjunkan dalam operasi blokade ini. Kapal-kapal dari negara mana pun yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran tak diperbolehkan AS melintas ke perairan internasional.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut bahwa ada enam kapal dagang yang "mematuhi arahan" pasukan AS dan berbalik kembali ke pelabuhan Iran. CENTCOM tak merinci kapal dari mana saja yang telah mereka blokade itu.

Akan tetapi, data pelacakan kapal yang dilakukan BBC menunjukkan bahwa setidaknya empat kapal yang terkait dengan Iran melintasi Selat Hormuz meskipun ada blokade. Dua kapal darinya pernah transit di pelabuhan Iran.

AS memutuskan memblokade Selat Hormuz demi menutup sumber pendapatan utama Teheran. Tanpa bisa mengekspor minyak, ekonomi Iran diharapkan melemah dan akan melunak saat perundingan.

Akan tetapi, blokade AS ditentang oleh Cina. Pada Selasa, Cina menggambarkan blokade tersebut sebagai "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". Beijing juga memperingatkan bahwa langkah AS itu akan "memperburuk ketegangan dan merusak perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh".

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar