Menuju konten utama

Peragaan Busana Anak Sekolah Memperingati Hari Kartini

Peragaan busana Hari Kartini selalu menjadi momen yang dinanti.

Peragaan Busana Anak Sekolah Memperingati Hari Kartini
Siswa SD Al Firdaus Solo menyusun gambar pahlawan RA Kartini saat perayaan Hari Kartini di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah apresiasi bagi siswa dalam meneladani jasa-jasa RA Kartini sebagai salah satu pahlawan Indonesia. ANTARAFOTO/Maulana Surya/kye
2026/04/21/antarafoto-pawai-anak-peringati-hari-kartini-di-depok-1776748655_11699.jpg
Seorang siswa Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Fatah mengenakan pakaian adat Nusantara saat mengikuti pawai di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). Pawai tersebut digelar untuk mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada generasi muda serta menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini dengan semangat emansipasi melalui pelestarian tradisi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hma
2026/04/21/antarafoto-pergelaran-busana-tradisional-sambut-hari-kartini-1776741225_11703.jpg
Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Depok saat mengikuti pergelaran busana daerah sambut peringatan Hari Kartini di Depok, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). Peringatan Hari Kartini itu menjadi ajang memperkenalkan keberagaman bangsa, suku, dan busana tradisional kepada generasi muda. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye
2026/04/21/antarafoto-peragaan-busana-tradisional-anak-peringati-hari-kartini-1776741230_11702.jpg
Seorang remaja mengikuti peragaan busana tradisional saat peringatan Hari Kartini di Kota Serang, Banten, Minggu (19/4/2026). Peringatan tersebut diselenggarakan guna menghormati perjuangan emansipasi R.A. Kartini, sekaligus menanamkan wawasan kebinekaan budaya Indonesia kepada generasi muda. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hma
2026/04/21/antarafoto-peringatan-hari-kartini-di-kendari-1776741222_11705.jpg
Sejumlah anak mengikuti parade busana tradisional saat peringatan Hari Kartini di TK Kartika XX/46 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4/2026). Peringatan tersebut sebagai upaya menghormati sekaligus menanamkan wawasan kepada anak tentang RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi. ANTARA FOTO/Andry Denisah/hma
2026/04/21/antarafoto-peragaan-busana-tradisional-anak-peringati-hari-kartini-1776741228_11701.jpg
Sejumlah anak mengikuti peragaan busana tradisional saat peringatan Hari Kartini di Kota Serang, Banten, Minggu (19/4/2026). Peringatan tersebut diselenggarakan guna menghormati perjuangan emansipasi R.A. Kartini, sekaligus menanamkan wawasan kebinekaan budaya Indonesia kepada generasi muda. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hma
2026/04/21/antarafoto-peringatan-hari-kartini-di-kendari-1776741220_11704.jpg
Sejumlah anak menggunakan topi bergambar Raden Ajeng (RA) Kartini saat peringatan Hari Kartini di TK Kartika XX/46 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4/2026). Peringatan tersebut sebagai upaya menghormati sekaligus menanamkan wawasan kepada anak tentang RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi. ANTARA FOTO/Andry Denisah/hma
2026/04/21/antarafoto-peringatan-hari-kartini-di-manokwari-1776741223_11706.jpg
Siswa mengikuti pergelaran busana tradisional saat peringatan Hari Kartini di halaman Taman Kanak-Kanak Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) 1 Manokwari, Papua Barat, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut untuk memperingati jasa pahlawan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita sekaligus mengenalkan keragaman budaya di Indonesia kepada pelajar.Siswa mengikuti pergelaran busana tradisional saat peringatan Hari Kartini di Halaman Taman Kanak-Kanak Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) 1 Manokwari, Papua Barat, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut untuk memperingati jasa pahlawan RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita sekaligus mengenalkan keragaman budaya di Indonesia kepada pelajar. ANTARA FOTO/Chairil Indra/sgd
2026/04/21/antarafoto-pawai-anak-peringati-hari-kartini-di-depok-1776748658_11700.jpg
Seorang siswa Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Fatah mengenakan pakaian adat Nusantara saat mengikuti pawai di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). Pawai tersebut digelar untuk mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada generasi muda serta menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini dengan semangat emansipasi melalui pelestarian tradisi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hma
2026/04/21/antarafoto-fesyen-hari-kartini-di-its-surabaya-1776748661_11698.jpg
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati (kiri) bersama istri sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) ITS Galih Kanestri Dewi (kedua kiri) berjalan dengan memakai pakaian adat nusantara saat peragaan busana ITS Kartini Fashion Day di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang diikuti pimpinan, dharma wanita persatuan serta sivitas akademika ITS tersebut dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kartini 2026. ANTARA FOTO/Moch Asim/hma

tirto.id -

Peragaan busana Hari Kartini selalu menjadi momen yang dinanti, terutama karena menghadirkan perpaduan antara semangat emansipasi dan kekayaan budaya. Di berbagai sudut sekolah hingga instansi, para peserta tampil anggun mengenakan kebaya dengan beragam model dan warna. Kain batik yang dikenakan tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan simbol identitas dan warisan yang terus dijaga. Setiap langkah di atas panggung seolah menjadi penghormatan bagi perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.

Suasana semakin meriah ketika para peserta menampilkan kreativitas mereka dalam memadukan busana tradisional dengan sentuhan modern. Ada yang memilih gaya klasik dengan sanggul dan riasan sederhana, sementara yang lain tampil lebih berani dengan modifikasi kebaya kontemporer. Penonton pun terpukau melihat bagaimana generasi muda mampu menghidupkan kembali busana tradisional tanpa kehilangan nilai aslinya. Peragaan ini bukan sekadar ajang unjuk gaya, tetapi juga ruang ekspresi diri.

Lebih dari itu, peragaan busana Hari Kartini juga menjadi sarana edukasi budaya. Melalui acara ini, peserta dan penonton diajak untuk mengenal lebih dalam ragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup dalam perjuangan kesetaraan, tetapi juga dalam upaya melestarikan budaya bangsa. Di balik gemerlap panggung, tersimpan pesan kuat tentang identitas dan kebanggaan sebagai perempuan Indonesia.

Pada akhirnya, peragaan busana ini bukan hanya tentang siapa yang tampil paling menarik, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai Kartini terus diwariskan. Keberanian, kemandirian, dan kecintaan terhadap budaya tercermin dalam setiap detail busana yang dikenakan. Dengan semangat tersebut, Hari Kartini tidak hanya diperingati, tetapi juga dirayakan dengan penuh makna oleh generasi masa kini.

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun
Editor: Agung DH