Menuju konten utama

Penyebab Kebakaran Hutan Israel, Dampak, dan Titik Lokasi

Apa penyebab kebakaran hutan di Israel? Hingga kini kebakaran hutan di Israel semakin meluas dan belum sepenuhnya dikendalikan.

Penyebab Kebakaran Hutan Israel, Dampak, dan Titik Lokasi
Petugas dari satgas gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (27/9/2023). Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, karhutla yang melanda Kabupaten/Kota di Kalteng dari Januari sampai (18/9/2023) terdapat 2.541 kejadian karhutla, 17.291 hotspot dan luas yang ditangani sekitar 7.534, 67 hektare. ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan yang terjadi di Israel sejak Rabu, 30 April 2025 semakin meluas. Pemerintahan Israel disebut telah menangkap 18 orang yang dicurigai terlibat dalam pembakaran hutan. Simak dampak dan titik lokasi kebakarannya berikut.

Seperti diberitakan The Independent (2/5/2025), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan jika ada 18 orang yang sudah ditangkap karena dianggap melakukan pembakaran hutan di Israel.

Dari 18 orang yang kini sedang diperiksa oleh Kepolisian Israel, ada 1 orang yang ditangkap saat sedang akan menjalankan aksinya. Ia kedapatan akan membuat api di dalam hutan.

Netanyahu tetap akan melakukan penyelidikan yang mendalam terkait penyebab kebakaran hutan ini dan tidak langsung menyimpulkan jika ini adalah jenis kebakaran yang disengaja.

Dampak Kebakaran Hutan Israel

Kebakaran hutan yang telah terjadi selama tiga hari ini di Israel membuat negara berada dalam keadaan darurat nasional. Beberapa dampak dari kejadian itu antara lain:

  1. Kesehatan masyarakat terganggu karena asap kebakaran.
  2. Merusak ekosistem dalam hutan, hewan-hewan yang tinggal di hutan tidak lagi punya rumah tempat tinggal.
  3. Asap yang mengandung karbon dioksida akan memperburuk perubahan iklim.
  4. Memperbesar resiko banjir dan tanah longsor akibat tidak adanya pohon-pohon yang mengikat air.
  5. Muncul ancaman penyakit yang menyerang saluran pernapasan karena terlalu banyak menghirup karbon dioksida.
  6. Jika kebakaran meluas sampai ke pemukiman, bisa melumpuhkan ekonomi masyarakat.
  7. Jarak pandang terbatas karena asap tebal juga menghambat aktivitas masyarakat.
  8. Kebakaran yang terus menerus dan tak segera teratasi bisa berdampak pada negara-negara tetangga, seperti Mesir, Lebanon, hingga Palestina.
Saat ini tercatat belasan orang dirawat di rumah sakit akibat mencium terlalu banyak karbon dioksida. Para regu pemadam kebakaran yang bertugas di lapangan pun ada banyak yang tumbang karena alasan yang sama.

Titik Lokasi Kebakaran Hutan Israel

Kebakaran hutan yang terjadi di Israel sejak Rabu kemarin berawal di perbukitan sebelah barat Yerusalem, di hutan Eshtaol yang berada dekat Mesilat Zion.

Api yang membakar hutan Eshtaol dengan cepat menyebar ke bagian-bagian lain di wilayah sekitar hutan. Saat ini diperkirakan sekitar 3.000 hektar hutan telah hangus terbakar api.

Cepatnya api bergerak dan kobaran susah padam karena karena faktor cuaca yang tinggi. Selain curah hujan yang rendah sehingga menyebabkan kelembaban yang juga rendah, faktor adanya angin kencang juga menjadi salah satu penyebab kebakaran hutan di Israel meluas.

"Angin barat dapat mendorong api dengan mudah ke pinggiran (Yerusalem) - dan bahkan ke dalam kota itu sendiri," terang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pemerintah Israel menerima bantuan dari beberapa negara untuk menanggulangi kebakaran hutan. Pesawat-pesawat pemadam kebakaran dari Yunani, Siprus, Kroasia, dan Italia. Palestina yang sedang berkonflik dengan Israel juga menawarkan bantuan, namun otoritas Israel belum memberikan tanggapan apakah akan menerima atau ditolak.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra